Kejari Depok Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Damkar

- Jurnalis

Minggu, 2 Januari 2022 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com– Depok

Dugaan kasus korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok tahun 2017 – 2018 dan pemotongan upah maupun honorer karyawan tahun 2016 – 2020 yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu memasuki babak baru dengan adanya penetapan dua tersangka oleh kejaksaan negeri (Kejari) Depok.

“Setelah dilakukan proses penyelidikan bagian Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok sejak bulan September 2021 lalu dengan dua bagian atau klauster perkara maka kasus dugaan korupsi di Damkar Kota Depok tetapkan dua tersangka, ” kata Kepala Kejari Depok Sri Kuncoro didampingi Kasie Intelejen Kejari Andi Rio Rahmat dan Kasi Pidsus Kejari, Hary Palar, Kamis (30/12/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke dua tersangka tersebut inisial AS, mantan Sekretaris Damkar Depok yang melakukan dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan seragam dan pemotongan gaji tahun anggaran 2017-2018 dengan kerugian sekitar Rp 250 juta.

Sedangkan tersangka A, selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu Damkar diduga melakukan korupsi pemotongan upah dan honorel tahun anggaran 2016-2020 dengan kerugian mencapai Rp 1,1 miliar.

Menurut dia, AS mantan Sekdis Damkar Depok ditetapkan sebagai tersangka karena sebagai pembuat komitmen untuk pengadaan seragam dan sepatu PDL anggaran 2017-2018 dengan kerugian mencapai Rp 250 juta. “Yang bersangkutan saat itu menjabat sebagai Sekdis Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, ” ujarnya.

Untuk klaster ke dua yaitu tersangka A menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu Damkar Depok terkait dugaan tindak pidana korupsi pemotongan upah dan honorer tahun anggaran 2016 – 2020 dengan kerugian mencapai sekitar Rp 1,1 miliar.

Tersangka AS akan dikenakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Tindak Pidana Perkara Korupsi Jo Pasal 18 dan Jo Pasal 55 dan tersangka A dikenakan Pasal 2, 3, 9, serta Pasal 18 UU No. 3 Tahun 1999, ujarnya yang menambahkan tersangka lain bisa saja bertambah karena kasusnya masih terus di tangani serius tim Kejari Depok.

“Tungga dan sabar secepatnya tidak terlalu lama lagi ada penambahan nama tersangka lain, ” ungkapnya meminta masyarakat Kota Depok bersabar menunggu penyelidikan lebih lanjut tim Kejari Depok.
(Diana Hanny)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Sibuk Atur Arus Mudik, Polisi Satlantas Polres Kebumen Sampai Buka Puasa Di jalanan
Pandan Kuning Park Kebumen Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Lebaran
Caleg DPRD Provinsi Jateng Terpilih I Putu Dody dan 16 Saksi Lainnya Bakal Diperiksa KPK
LiburKeren! Libur Lebaran, Dukcapil Kebumen Tetap Buka Layanan
Punya Prestasi Bagus, Hasan Bayuni Kembali Jabat Direktur PKU Sruweng
Festival Ramadan 2024, Potensi Emas di Jakarta Luar Biasa
Bantu Pengungsi Palestina di Yordania, Para Relawan Indonesia Bentuk Care PETRA
PKBM Primago Indonesia Tebarkan Kebaikan Melalui Ramadhan

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 12:59 WIB

Daftar 5 Universitas Naungan Perusahaan Plat Merah, Lulusannya Berkiprah di BUMN

Selasa, 16 April 2024 - 11:26 WIB

LPM Aktif dan Non Aktif Dukung Supian Suri Jadi Walikota Depok 2024

Selasa, 16 April 2024 - 11:22 WIB

Mazhab HM : Semua Bepeluang Jadi Wali Kota Depok Usai 3 Periode Mohammad Idris Bawa PKS Menang di Kota Depok

Sabtu, 13 April 2024 - 16:26 WIB

DPP GAMKI Putuskan Tuan Rumah Paskah dan Dies Natalis GAMKI 2024 di Alor, NTT

Sabtu, 13 April 2024 - 16:19 WIB

Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly

Senin, 8 April 2024 - 08:04 WIB

Pengajian Al-Hidayah Deklarasi Airlangga Hartarto Maju Ketum Golkar Lagi

Minggu, 7 April 2024 - 16:38 WIB

Hj. Eko Suwarni SH MH Turut mendampingi PJ Gubernur Jateng, melepas Mudik Gratis KA. Jaka Tingkir

Jumat, 5 April 2024 - 22:15 WIB

Literasi Digital Edisi ke-7, LD PBNU Imbau Warganet untuk Saring sebelum Sharing

Berita Terbaru

Nasional

Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly

Sabtu, 13 Apr 2024 - 16:19 WIB