Pemkot Tingkatkan kualitas Perencanaan pembangunan Melalui SAPA SABA

  • Bagikan

Siaranindonesia.com-Pemerintah Kota Depok melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) meluncurkan program Sinergitas Perencanaan Partisipatif Pembangunan atau SAPA SABA. Program ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat pembukaan Kick Off Meeting Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2023.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, SAPA SABA adalah tahapan proses penyusunan perencanaan dan pembangunan yang menghadirkan heptahelix pembangunan untuk berkontribusi dalam penyusunan perencanaan partisipatif. Adapun bentuk kegiatannya menyapa melalui berbagai media yang ada, serta menyaba dengan turun langsung ke pemangku kepentingan melalui Kongko atau diskusi bersama.

“Untuk meningkatkan kualitas perencanaan yang partisipatif dan kolaboratif telah diterbitkan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 101 tahun 2021 tentang SAPA SABA, sebagai bentuk komitmen daerah dalam melaksanakan collaborative governance,” ujarnya usai membuka kegiatan Kick Off Meeting Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2023, di Aula Serbaguna, Lantai 10, Gedung Dibaleka II.

Mohammad Idris menjelaskan, program ini juga salah satu upaya Pemkot Depok dalam merumuskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan secara partisipatif. Hasil dari perumusannya akan dituangkan dalam dokumen perencanaan tahunan di Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Semoga Program SAPA SABA menjadi inovasi daerah yang dapat menggerakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kota Depok,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan, pihaknya sudah mulai merealisasikan program SAPA SABA dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Isu Strategis. Kemudian, akan dilanjutkan dengan Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) Pembangunan, dan Forum Kemitraan.

“SAPA SABA melibatkanunsur heptahelix di dalamnya yakni akademisi, bisnis, masyarakat, pemerintah, media, NGO, dan pengamat.

  • Bagikan