Eksistensi Program Studi Olahraga di Kancah Kompetisi Daerah

  • Bagikan

Oleh: Fajar Effendi (Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNIMUDA SORONG)

Olahraga merupakan  sebuah fenomena sosial/budaya yang perlu untuk dipahami dan dipelajari. Hal ini dikarenakan olahraga secara budaya telah melekat kuat dalam diri individu dan masyarakat. Olahraga menunjukan tiga pola, yaitu: merefleksikan budaya dan masyarkat, mempertebal berbedaan sosial, dan merupakan sebuah wahanauntuk konfliksosial. Olahraga merupakan produk social dan budaya yang memiliki makna nyata bagi individu, komunitas, dan masyarakat secara umum. Lebih lanjut, Maguiremengungkapkan bahwa mamahami masyarkat, komunitas, dan bangsa dapat dimulai melalui olahraga. Pencapaian prestasi dunia dalam bidang olahraga telah memberikan nilai-nilai kebanggaan dan eksistensi suatu bangsa. Sebagai contoh, berbagainegara dari seluruh pelosok daerah maupun dunia untuk memperoleh ajang-ajang bergengsi di negerikita maupun luar. Klub, kampus, maupun sekolah-sekolah ingin memperlihatkan eksistensi mereka sebagai bagian dalam kancah kompetisi olahraga baik regional maupun nasional bahkan yang terpopuler. Sistem pembinaan olahraga yang melibatkan seluruh komponen bangsa telah banyak diperbincangkan, tetapi kenyataannya hal itu hanyalah sekedar wacana. Kasus di Indonesia bahkan di daerah-daerah yang sedang berkembang lainnya dalam bidang olahraga memiliki permasalahan yang hampir sama dalam system pembinaannya. Kurang

Sinerginya komponen keolahragaan yang ada dalam suatu daerah sangat mempengaruhi pencapaian prestasi daerah tersebut. Selain itu, berbagai pemikiran yang ada dalam setiap insan olahraga belum dapat ditanggapi dan diresapi oleh para pengambil kebijakan olahraga. Slogam yang cukup mengagumkan dan suatu harapan besar bagi masyarakat olahraga adalah kebangkitan olahraga, raih prestasi daerah menjadi dasar pemikiran kita untuk mrnyelenggarakan seminar nasional. Olahraga dilaksanakan dengan cara kesetaraan dan relevandengan budaya. Program Olahraga didasarkan pada model olahraga untuk semua, memastikan bahwa semua kelompok diberi kesempatan untuk berpartisipasi, terutama meraka yangmemperoleh manfaat tambahan seperti Wanita, penyandang disabilitas dan pemuda.Program Olahraga juga harus dirancang secara eksplisit untuk mengembangkanketerampilan inti dan nilai-nilai yang dapat dipelajari melalui olahraga.Dengan memaksimalkan aspek positif dari olahraga,olahraga menjadi cara yang efektif dan hemat biaya untuk mendukung berbagai tujuan pembangunan dan perdamaian. Sudah saatnya system PBB untuk mewujudkan potensi besar olahraga sebagai alat yang menarik dan praktis untuk pembangunan dan perdamaian khususnya di kancah daerah.

Kontribusi sebagaimana di jelaskan diatas menjadi bagian terpenting peranorang tua  dan guru Pendidikan Jasmani menjalankan tugas secara professional penuh perhatian dan obyektif untuk melayani, menjaga kebugaran fisik, emosional, dan sosial serta merefleksikan keinginan mereka . Adapun peran tersebut meliputi :

1. Guru Pendidikan Jasmani harus menekankan betapa pentingnya waktu bermain aktif dan mencegah orang tua yang seringkali menggunakan waktu luangnya dengan banyak menonton tayangan televisi dan permainan komputer.

2. Guru Pendidikan Jasmani harus menekankan bahwa anak sebagai subyek bermain yang aktif, artinya saat bermain merupakan waktu yang telah teruji untuk menghasilkan tubuh yang sehat dan bugar.

3. Guru Pendidikan Jasmani harus menekankan manfaat “mainan yang benar” bersama anak-anak menggunakan alat yang terbatas seperti balok, tali, bola dan boneka, Permainan pensil dan kertas, Membangun beteng, Permainan kartu, Puzzles, Permainan papan dan keluarga, balok keseimbangan, Sembunyikan dan Cari,Perburuan harta karun, Game mendengarka, Kotak sentuh dan rasakan, Basket dalam ruangan dll, bentuk permaianan tradisional seperti suda manda, main egrang masih sangat familier untuk permainan anak-anak

4. Guru Pendidikan Jasmani dapat menyampaikan kepada keluarga mengenai aset keselamatan untuk meningkatkan kebugaran jasmani agar dikembangkan melalui permainan sederhana, mudah dan murah dengan beberapa waktu tidak terjadwal.

5. Guru Pendidikan Jasmani dapat menekankan bahwa orang tua yang berbagi waktu spontan tanpa jadwal sangat mendukung, memelihara dan produktif bermain dengan anak-anak.

6. Guru Pendidikan Jasmani dapat mendiskusikan dan menyampaikan hal tersebut di atas, dengan mengatur peluang terbaik untuk anak-anak mereka. Dampak positif yang dirasakan adalah anak-anak akan siap untuk sukses, menikmati pengalaman Bersama orang tua mereka penuh kasih. Dengan pelayanan dan keteladan yang ditunjukkan orang tua dan anggota keluarga meluangkan waktu untuk saling menghargai: waktu untuk bersama, untuk mendengarkan, dan berbicara merupakan pertemuan yang berkualitas.

7. Guru Pendidikan Jasmani dapat mengingatkan orang tua bahwa sifat-sifat karakter yang paling berharga dan berguna yang akan mempersiapkan anakanak mereka untuk sukses bukan berasal dari komitmen ekstrakurikuler atau akademis tetapi dari landasan kuat dalam cinta orangtua, pemodelan peran, dan bimbingan.

8. Guru Pendidikan Jasmani harus menjadi kekuatan yang stabil, mengingatkan orang tua bahwa landasan pengasuhan mendengarkan, peduli, dan membimbing melalui disiplin yang efektif dan sesuai dengan perkembangan dan berbagi waktu yang menyenangkan bersama adalah sebagai variabel sejati masa kanak-kanak, dan mereka melayani sebagai batu loncatan menuju bahagia, masa dewasa yang sukses.

9. Guru Pendidikan Jasmani harus membantu orang tua mengevaluasi hasil komitmen yang dirancang untuk menghasilkan anak-anak super.

10. Guru Pendidikan Jasmani dapat bersinergi bersama orang tua sebagai tangan panjang untuk saling membantu mengevaluasi kebutuhan khusus anak mereka dalam hal meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan kepercayaan diri dan akhirnya meningkatkan kompetensi anak menuju masa depan yang sukses.

Sebagian penting dari kesimpulan yang dibuat dalam ini adalah bahwa Olahraga merupakan cara yang efektif dan hemat biaya untuk mendukung tujuan pembangunan dan perdamaian. Banyak manfaat olahraga dan aktivitas fisik tidak hanya dinikmati oleh individu, tetapi dirasakan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, ada kebutuhan krusial bagi badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah dan pemangku kepentingan yang peduli untuk mengintegrasikan olahraga dan aktivitas fisik ke dalam kebijakan dan program di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi dan sosial. Dengan mempromosikan olahraga secara strategis, sistematis, dan koheren, potensi olahraga sebagai alat untuk pembangunan dan perdamaian dapat direalisasikan.

  • Bagikan