Pendidikan Daring Di Masa Pandemi Covid-19

- Editor

Selasa, 4 Agustus 2020 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ahmad Yulianto

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19. Dengan adanya pembatasan interaksi, menghimbau untuk menjaga jarak diantara masyarakat, Menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, Perkumpulan, dan Menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Hal ini mempengaruhi masyarakan indonesia di bidang pendidikan dengan tidak melakukan aktifitas proses belajar mengajar di sekolah dan perguruan tinggi dengan bertatap muka. Sehingga pendidikan di indonesia dilakukan dengan cara Daring (online learning) sebagi aktifitas proses belajar mengajar jarak jauh.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar-mengajar. Tak terkecuali di negeri ini, Sejak aktifitas pembelajaran daring (online learning) menjadi sebuah pilihan kementerian pendidikan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas. Pendidikan daring ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Tidak ada aktifitas pembelajaran di ruang kelas sebagaimana lazim dilakukan oleh guru maupun dosen. Sementara itu tidak ada cara lain untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 selain membatasi perjumpaan manusia dalam jumlah yang banyak. Pemerintah membatasi pertemuan, maksimal 30 orang. Itupun dengan protokol kesehatan yang ketat seperti penggunaan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan memakai sabun.

Pembelajaran daring yang belum dipersiapkan secara matang tentu berdampak terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik. Demikian penerimaan pembelajaran dari para peserta didik sangat beragam, seringkali tidak memahami materi maupun penyampaian dari guru. Orang tua yang sibuk bekerja dengan terpaksa harus mendampingi anak-anak mereka pada saat jam pembelajaran daring. Anak-anak yang biasanya di sekolah, berubah seketika melakukan aktifitas pembelajaran di rumah. Untuk SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi barangkali tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun untuk SD bahkan SMP, tidak sedikit orang tua siswa yang mengeluh akibat pembelajaran daring ini.Tidak sedikit guru yang sekadar memberikan tugas kepada para muridnya, melalui aplikasi pesan grup daring yaitu aplikasi whatsapp. Guru membuat grup dengan para orang tua/wali murid untuk memberikan informasi apa saja yang perlu dilakukan tiap harinya selama proses pembelajaran. Lalu pada sore hari atau janka waktu yg di berikan guru akan mengoreksi dan mengabsen siapa murid yang tidak atau belum mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru.

Adapun permasalahan dari adanya sistem daring antara lain:

  • Akses informasi yang terkendala oleh jaringan yang menyebabkan lambat dalam mengakses informasi.
  • Siswa mengeluh karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak dari pembelajaran tatap muka.
  • Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan diterapkan.

Inilah beberapa permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita di tengah Covid-19. Aktifitas pendidikan bukan semata-mata guru memberikan soal-soal lalu para murid diminta menjawab, lantas diberi nilai matematis. Bukan itu poinnya. Ini yang terjadi berdasarkan amatan penulis di masa Covid-19. Pemahaman para guru masih banyak yang berhenti pada pembelajaran sekadar dimaknai memberikan soal-soal dari guru kepada murid. Hal ini tentu saja menunjukkan pekerjaan rumah luar biasa berat bagi kita semua memperbaiki sistem pendidikan

Dibalik masalah itu, Ada juga terdapat hikmah pembelajaran jarak jauh yang diterapkan saat ini, antara lain:

  • Siswa maupun guru mendapatkan kuota internet gratis guna menunjang pembelaran sekolah.
  • Siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran daring. Di era teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran.
  • Dengan adanya kebijakan teknologi, maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai kebutuhan bagi mereka.

Kesimpulan

Mencerdaskan dan membuat bangsa ini berkarakter bukan hanya Kementerian Pendidikan. Masalah koneksi internet seharusnya menjadi tugas dari Kementerian Komunikasi dan Informasi, lalu masalah kesehatan jelas berada di koordinasi Kementerian Kesehatan. Jika tiga kementerian saling memahami dan membantu mempersiapkan infrastrukturnya maka tidak ada yang mustahil membangun kualitas intelektual peserta didik yang tetap sehat di kebiasaan baru era Covid-19 serta didukung jaringan internet yang selalu stabil. pendidikan di era digital memerlukan inovasi dan kreasi yang terus-menerus sehingga guru maupun anak didik tidak mudah mengalami kecapean dan kebosanan. Jangan maknai pembelajaran daring sekadar memberikan soal kepada murid untuk menjawab. Kalau ini yang terjadi pembelajaran yang membebaskan dan berkarakter akan berhenti tanpa pernah diketahui di dalamnya.

Walaupun pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19, namun dibalik semua itu tentu terdapat pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesadaran dalam menguasai teknologi saat ini dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia. Semoga pandemi ini cepat berlalu.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat
Stabilitas dan Ujian Legitimasi Pemerintahan Prabowo Subianto
Hardiknas 2026: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan, Mengingat Peran Jamiat Kheir dalam Sejarah Bangsa
Realitas yang Bernapas: Sebuah Pengantar untuk Memahami Teori Realitas Terintegrasi
Luka, Kekuasaan, dan Warisan Khamenei Dalam Membaca Dunia Hari Ini
Dari Polemik ke Pemahaman: Zakat dan Lumbung Ekonomi Umat
Menggugat “Reciprocity”: Menjaga Nafas UMKM di Tengah Hegemoni Perjanjian Dagang AS-RI 2026
Puasa, Tirakat, dan Disiplin Elite: Jalan Sunyi Menuju Indonesia Maju

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:23 WIB

Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:18 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata ke Cirebon Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:33 WIB

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 19:36 WIB

Di Serbu Warga, Bazar Baju Gratis RT 2 Panggulan Memeriahkan HUT Kota Depok ke 27 tahun 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 11:57 WIB

SMP Budhi Warman Goes To Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru