Tagih Janji Jokowi, TKI Grudug Istana

  • Bagikan

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Ratusan masa aksi yang tergabung dalam aliansi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menggugat menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara. Mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencabut kebijakan moratorium penempatan TKI di kawasan Timur Tengah yang sudah berjalan empat tahun ini.

Menurut salah seorang aktivis TKI, Yusri Albima, kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat kecil. Sebab dengan adanya moratorium itu, rakyat yang ingin bekerja kembali menjadi TKI di wilayah Timur Tengah ‎menjadi susah aksesnya. Lantaran tidak mendapat dukungan dari pemerintah.

“Bagi kami ini jelas merugikan, karena ruang gerak kami jadi semakin terbatas, terancam tidak bisa lagi berangkat menjadi TKI,” ujarnya di depan Istana Negara, Selasa (7/4/2015).

Mestinya kata dia, Presiden Jokowi justru memberikan perlindungan dan rasa aman dan nyaman bagi para TKI, bukan malah membebani TKI dengan kebijakan tersebut. Terlebih, TKI selama ini sudah memberikan jasa kepada negara sebagai penyumbang devisa terbesar. Dengan begitu keberadaannya juga harus mendapat perlindungan dari pemerintah.

“Toh selama ini kita tidak pernah meminta kepada negara, cari makan sendiri,” katanya.

Kebijakan moratorium itu, juga dinilai sepihak yang bisa menyebabkan pembumihangusan harapan warga negara yang tengah berupaya berjuang memperbaiki kehidupannya dan mensejahterakan keluarganya meski kebanyakan mereka berlatar pendidikan yang minim hanya tingkat SD dan SMP.

Karena itu, masa aksi ini meminta Presiden Jokowi untuk konsisten dalam merealisasikan janji politik yang diucapkan pada masa kampanye Pilpres 2014 terkait penempatan dan perlindungan TKI. Selain itu mereka juga meminta pemerintah tegas dan konsisten dalam menerapkan proses seleksi dan peningkatan kwalitas‎ TKI sebelum keluar negeri. [ALB]

  • Bagikan

Comment