Kasus Proyek Fiktif di Bawean Harus Diusut Tuntas

  • Bagikan

BAWEAN, SiaranIndonesia.com – Mantan anggota DPRD Kabupaten Gresik Syakir Jamhuri menekankan agar kasus dugaan penyimpangan dana hibah sebesar Rp 360 juta di Pulau Bawean, Gresik diusut hingga tuntas.

Penanganan secara tuntas dianggap penting, agar tidak terulang lagi di kemudian hari. “Ini harus diusut tuntas, agar kedepannya tidak terulang lagi. Kasihan program pemerintahnya sudah bagus, tapi disalahgunakan”, kata Syakir di Bawean, Jumat (30/1).

Menurut dia, kejadian seperti itu harusnya dapat diminimalisir jika semua pihak terkait menjalankan program tersebut secara transparan, baik pemerintah daerah maupun pemerintahan di tingkat desa.

Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dan menjadi kontrol langsung pelaksanaan proyek semacam itu. “Coba kalau dikelola dengan cara transparan, tentu masyarakat bisa berperan sebagai kontrol langsung”, terang pengasuh Pondok Pesantren Al Amin, Sukaoneng ini.

Seperti diketahui, Biro Administrasi Pembangunan (AP) Setdaprov Jatim melaporkan tiga kelompok masyarakat (pokmas) di Bawean, Gresik kepada Inspektorat Provinsi Jatim. Ini terkait kasus dugaan penyimpangan dana hibah sebesar Rp 360 juta untuk proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton (PJRB) di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak.

Ketiga pokmas bernama Ninir, Sakura dan Angkasa. Mereka diketahui sudah membuat SPJ laporan proyek tersebut, tetapi diragukan Biro AP karena ada foto pekerjaan yang sama antara pokmas satu dengan lainnya.

Dua dari tiga titik proyek PJRB itu diduga dijadikan bancakan oleh aparat desa setempat. Kedua titik itu berlokasi di Desa Kepuh Teluk, Dusun Pasir Panjang dan Dusun Pesisir yang hingga kini sama sekali tidak dikerjakan. AS/ABR

  • Bagikan

Comment