MKNU Satu-Satunya Syarat Pengkaderan untuk Jadi Pengurus NU! Ini Penjelasan Lengkapnya…

  • Bagikan

Syarat menjadi pengurus Nahdlatul Ulama (NU) harus memiliki sertifikat pengkaderan. Sertifikat pengkaderan untuk menjadi pengurus NU yang dibenarkan hanya sertifikat Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen Gus Wahyu NH. Aly. Ditegaskan, MKNU merupakan satu-satunya pengkaderan yang jadi syarat sah untuk menjadi pengurus di NU.

“Prihatin jika ada di kalangan struktural NU yang menyoal tentang ini. Itu artinya kurang literasi. Kurang baca dan kurang menganalisa. Jika memang ada, pendapat saya, jelas tak pantas menjadi pengurus. Karena tidak selaras dalam menerapkan instruksi organisasi. Bisa mengarah ‘termasuk memberontak’ terhadap organisasi,” tegasnya di Kebumen, Sabtu, (05/03/2021).

Lebih lanjut disampaikan, selama ini kalangan yang menyoal MKNU hanya berpegangan pada Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab. XIII, Pasal 39, Ayat 1 sampai 6. Dikatakan Gus Wahyu, yang demikian menunjukan orangnya kurang literasi. Padahal, kata Gus Wahyu lagi, dikatakan dalam pasal yang sama ini, dalam ayat 7 dan ayat 9 itu sudah jelas. Disitu dijelaskan, terkait kaderisasi untuk merujuk pada Peraturan Organisasi (PO).

Dijelaskan dalam Peraturan Organisasi sesuai Keputusan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) Nomor 004/Konbes/XI/2017 tentang Program Nahdlatul Ulama. Disini, dalam Program Dasar tentang Kaderisasi menjelaskan tentang 5 (lima) sistem pengkaderan di NU.

Kelima sistem pengkaderannya, yaitu, pertama, pengkaderan untuk struktur NU. Kedua, kader keulamaan. Ketiga, KPNU untuk penggerak warga NU. Keempat, kader fungsional. Kelima, kader profesional.

Terkait sistem pengkaderan untuk struktural NU di PO, selanjutnya musti menilik nomor 4 (huruf empat) dalam Pencapaian Program tentang Kaderisasi. Pada nomor 4.6 tentang Kaderisasi, dikatakan: “PBNU telah menerapkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) sebagai sistem kaderisasi yang akan mengisi kepemimpinan di struktural NU.”

Melihat Peraturan Organisasi tersebut tentunya sudah cukup jelas terkait MKNU sebagai instrumen pengkaderan untuk pengurus. Meski demikian, dipertegas juga melalui Surat Edaran bernomor 1927/C.I.34/04/2018 tertanggal 10 April 2018. Dalam SE tersebut, terkait Kaderisasi ditegaskan bahwa: “MKNU adalah kaderisasi sebagai syarat bagi kader NU di dalam kepengurusan.

“Sementara ini dulu. Semoga ini cukup untuk menjelaskan terkait MKNU. Terlalu panjang nanti kuatirnya justru yang tadinya paham dengan penjelasan ini justru menjadi kembali tak paham sebab mumet,” papar Gus Wahyu sembari bercanda.

Gus Wahyu pun berharap. Kalangan NU, khususnya pengurus NU, seyogyanya memiliki hati bersih, pikiran cerdas, semangat yang tinggi, cermat dan teliti. Pengurus juga semestinya patuh dengan mekanisme organisasi. Jadi, pengurus NU itu musti jauh dari ketergesa-gesaan, tidak kolot, tidak kurang baca, dan tak lemah dalam analisa.

  • Bagikan