Tentang Insiden Di Lokasi KLB, BMI : Itu Bentuk Pengkhianatan Terhadap Demokrasi

  • Bagikan

Sumut – Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengecam tidakan penganiayaan yang dilakukan oleh para preman bayaran yang dimanfaatkan untuk mengamankan acara KLB abal-abal terhadap kadernya yang juga hendak melakukan aksi penolakan acara tersebut di Deli Serdang, Sumatera Utara. Jumat (5/3/2021).

“Atas nama kader BMI, saya mengecam keras tindakan penganiayaan yang menimpa kader BMI siang tadi. Cukup jelas sudah, mereka memanfaatkan preman untuk menghadang kader kami yang sedang bergerak menyampaikan sikap penolakan terhadap diselenggarakannya KLB abal-abal ini, sehingga membuat kader kami yang bernama Subana Fitrah terluka,” ujar Farkhan.

Farkhan juga mengingatkan pada para oknum yang menggelar KLB abal-abal tersebut untuk berani berhadap-hadapan secara sehat, jangan lagi menggunakan kekerasan jika tidak ingin membangunkan macan tidur berupa kemarahan kader BMI dan Demokrat di seluruh Indonesia.

“Kami ingatkan agar berhenti menggunakan cara-cara kekerasan dan mari oita berhadap-hadapan secara sehat,” kata Farkhan.

Farkhan menyebut Pasukab Pelopor BMI dan Satgas Demokrat yang turun ke lapangan selalu mengedepankan langkah persuasif, tapi nampaknya para oknum yang disetir oleh penguasa lebih mementingkan ambisinya daripada melaksanakan praktek demokrasi yang sehat.

“Untuk itu, apa yang terjadi di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara hari ini, merupakan bentuk penghianatan terhadap demokrasi. Moeldoko dan antek-anteknya dengan terang-terangan telah mengangkangi demokrasi, karena telah merusak kedaulatan paratia politik dalam hal ini Partai Demokrat,” tegas Farkhan.

  • Bagikan