oleh

M. Nur Aris Shoim Maju Ketum PB HMI Dengan Gagasan NUR HMI

M. Nur Aris Shoim (Ketua bidang Kewirausahaan dan UMKM PB HMI 2018-2020) resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon ketum PB HMI periode 2021-2023 pada sabtu 13 Februari 2021. Kedatangannya di sekretariat PB HMI didampingi langsung ketum HMI cabang Yogyakarta beserta pengurus lainnya. Dikonfirmasi langsung pasca pengembalian berkas, kader HMI Yogyakarta ini menyatakan telah mengembalikan formulir pendaftaran dan siap untuk maju dalam kontestasi ketum PB HMI pada kongres ke-XXXI di Surabaya.

Pria kelahiran Bojonegoro ini menyampaikan bahwa motivasinya mencalonkan diri sebagai ketum PB HMI hasil penjaringan aspirasi kader-kader HMI di beberapa daerah yang pernah dia kunjungi dan hasil diskusi dengan banyak alumni HMI. “Selama mengisi training LK2 di beberapa cabang, saya sering mendapat kritik dan masukan untuk kemajuan PB HMI selanjutnya” kata Aris Shoim.

Aris sapaan akrabnya menekankan bahwa dia mengusung gagasan “NUR HMI” (cahaya HMI). NUR HMI juga akronim dari Never-ending Until Revivalism HMI (Perjuangan tanpa henti sampai HMI kembali kepada spirit awal 1947). NUR HMI, pengakuannya, terilhami dari diskusi dengan Bang Chumaidi Syarif Romas, Ketum PB HMI 1976-1978. Beliau menekankan agar HMI hari ini perlu kembali kepada Spirit tahun 47, yang berkomitmen kepada Keislaman, Keindonesiaan dan kerakyatan.

Gagasan Nur HMI ini beroreintasi pada dua hal utama perwujudan HMI sebagai Good Social Movement Organization (organisasi gerakan sosial yang baik) dan human resources development (pembangunan Sumberdaya Manusia). “Kami mengidealkan HMI sebagai organisasi modern yang transparan, menjunjung tinggi independendsi HMI dan asas kolektif kolegial” terang Aries. Kualitas organisasi tersebut menurut dia dapat membuat HMI kembali berpartisipasi menyumbang gagasan kebangsaan untuk Indonesia yang bermartabat.

Selain itu, Ketua bidang Kewirausahaan dan UMKM PB HMI 2018-2020 ini juga menegaskan betapa pentingnya pengembangan sumberdaya manusia, terlebih ditengah era digital yang dibanjiri penggunaan kecerdasan buatan (AI) ini. “seorang kader HMI harus mampu bersaing di era ini dan harus beradaptasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru agar tidak tergerus oleh tantangan zaman” kata nya.

“Dalam pengembangan kader kami menawarkan gerakan “Entrepreneurship berbasis akademik”, kata dia. “Sejatinya sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, apabila manusia (kader) memiliki kemampuan akademik yang memumpuni dan mampu mencukupi kebutuhan pribadi, maka dia akan mencapai eudomania (kebahagiaan)” lanjut penggagas gerakan 15000 wirausahawan HMI.

Calon ketum PB HMI ini menegaskan bahwa gagasannya ia rangkum dalam slogan “Mandiri kadernya, Maju organisasinya dan bermartabat negaranya”. “Apapun yang saya ikhtiarkan sejatinya tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan dari segenap anggota dan alumni HMI, saya memohon restu dan dukungannya untuk merealisasikan gagasan yang kami usung Bersama demi kemajuan organisasi yang kita cintai ini” pungkasnya yang juga alumni Pondok Pesantren Abu Dzarrin Bojonegoro.

News Feed