Dampak Covid-19 Bagi Pendidikan

  • Bagikan

Oleh: Nani Lee Mukim

Indonesia sedang melawan wabah penyakit menural yaitu covid 19 (Corona Virus Disease) 2019. Covid 19 memberikan dampak yang kurang baik bagi dunia pendidikan di berbagai negara terutama pendidikan di Indonesia sehingga Mendikbud Nadiem  Makariem dan DPR sepakat bahwa ujian nasional (UN) ditiadakan karena pandemi Corona. Menurut ketua komisi DPR RI Syaiful Huda dilansir dari kompas.com mengatakan bawah kemdikbud sedang megkaji opsi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional sebagai pengganti UN. Opsi tersebut di ambil jika satuan pendidikan mampu menyelenggarakan ISBN via daring tidak bisah dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif tingkat SD/MI selama 6 Tahun belajar,tingkat SMP/MTs dan SMA/MA selama 3 tahun belajar, kebijakan ini diambil karena dampak covid 19 yang semakin luas di wilaya Indonesia,sehingga dikuatirkan jika UN tetap dilaksanakan akan memberikan dampak covid 19 yang lebih luas akibat dari adanya perkumpulan secara fisik siswa yang akan melaksanakan UN di gedung& gedung sekolah.

Kebijakan yang lain yang diambil pemerintah adalah peserta didik belajar di ruma sehingga tetap di rumah (stay At home) baik dan jenjang PAUD/TK sampai dengan perguruan tinggi namu bukan berarti dilibutkan karena bulan Maret hingga Juni Masi dalam masa pembelajaran,siswa belajar dirumah yang awalnya hanya berlaku 14 hari namun melihat kondisi covid-19 yang semakin massif telah menyerang wilayah Indonesia mambuat pemerintah daerah membuat kebijakan dengan memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa TK, SD, SMP hinga awal April bahkan sampe pertengahan April. Dalam masa belajar di rumah, guru dan siswa memiliki tugas, antara lain guru menyusun materi pembelajaran sesuai perencanaan dan jadwal pembelajaran,memberikan tugas sebagai bahan belajar siswa di rumah guru berkordinasi dengan orang tua untuk memantau belajar siswa dan melaporkan perkembangan kesehatan siswa yang akan di teruskan laporan tersebut ke dinas pendidikan. Sedangkan siswa memiliki tugas untuk melaksanakan proses belajar di rumah sesuai dengan materi pembelajaran dan tugas yang telah diberikan oleh guru dan siswa tetap berada di ruma.

Pengaruh revolusi industri 4,0 dalam dunia pendidikan memberikan dampak positif dalam situasi dan kondisi seperti ini. Teknologi informasi dan komunikasi berbasis daring ( online ) menjadi solusi. Sekaligus menjadikan tantangan guru profesional pada pembelajaran abad 21. Namun kenyataan di lapangan masih banyak guru yang belum menggunakan teknologi dalam memberikan materi pembelajaran sampai dengan penugasan akhir. Apalagi selama ini masih banyak guru menggunakan cara tradisional pembelajaran tatap muka sehingga kurang bersentuhan dengan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasih. Menjadi suatu tantagan bagi guru era digital untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran Mendikbud telah mencanangkan konsep guru penggerak. Guru penggerak harus memulai dari kebiasan-kebiasaan kecil sehingga tidak harus menunggu bimbingan teknis Karena guru harus memiliki kreativitas dan berinovasi dalam segala kondisi pembelajaran. Salah satu kebiasaan tersebut adalah menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran

Saat ini pengguna perangkat elektronik baik televisi,radio, smartphone,komputer/ laptop sangat di perlukan melalui Kemdikbud mengiatkan kembali televisi pendidikan pembelajaran kelas Maya melalui rumah belajar bekerja sama dengan salah satu platform daring yaitu ruang guru memberikan fasilitas gratis 30 GB untuk belajar di ruang guru selama 1 bulan platform daring banyak aplikasi yang dapat di gunakan dalam membuat pembelajaran kelas online seperti google,classroom,zoom dan lain-lain yang dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran jarak jauh sehingga pembelajaran terlaksana dengan baik

Guru terbiasa .mengoperasikan smartphoen tidak akan menghabiskan waktu banyak dalam mempelajari aplikasi pembelajaran karena telah terbiasa berinteraksi  dengan  smarphon dan aplikasi-aplikasi tersebut biasanya dilengkapi banyak situs yag menyediakan tutorial aplikasi tersebut. Jikapun tidak,pihak sekolah dapat menyelenggarakan video conference pelatihan daring bagi guru yang belum memahami aplikasi tersebut menggunakan teknologi sehingga jaga jarak secara fisik.

Guru tidak harus mengembangkan media pembelajaran sendiri karena banyak aplikasi pembelajaran yangmemudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Tidak ada alasan bagi guru dan siswa yang merasa bekerja/belajar di rumah manjadi hambat dan bermalas-malas sebab belum dapat pastikan kapan covid-19 akan berakhir.

  • Bagikan