oleh

Santri dan NU jadi Faktor Utama Pemenangan Arif-Rista di Pilkada Kebumen 2020

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU sementara, pasangan calon Arif Sugianto dan Ristawati Purwaningsih (Arif-Rista) untuk Pilkada 2020 di Kebumen sukses memenangi Pilkada di Kabupaten Kebumen dengan perolehan suara lebih dari 60%. Hal tersebut terlihat dalam website resmi KPU.

Hal tersebut berdasarkan penghitungan suara hingga Kamis (10/12/2020) malam (19.00 WIB), paslon Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih (Arif-Rista) untuk sementara unggul dari kotak kosong. Diketahui, Pilkada Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hanya diikuti satu kontestan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen Gus Wahyu NH. Aly mengungkapkan santri dan NU menjadi faktor utama pemenangan kandidat Arif – Rista disamping partai-partai politik pengusung. Menurutnya, hal tersebut sudah terlihat dari sejak awal majunya pasangan calon ini.

“Kajian dari Lakpesdam PCNU Kebumen, mencermati Pilkada 2020 di Kebumen ini, diakui NU dan kalangan santri menjadi faktor utama dalam perolehan suara pasangan calon Arif dan Rista ini. Disamping tentunya para parpol pengusung ya,” papar cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini di kantor Lakpesdam PCNU Kebumen, Kamis, (10/12/2020).

Dijelaskan, hal tersebut disamping Arif sebagai bendahara PCNU Kebumen, juga keduanya dikenal cukup dekat dengan kalangan santri. Dikatakan, hal ini terlihat dengan antusiasme santri di sejumlah pesantren-pesantren di Kebumen serta warga NU Kebumen dalam mensosialisasikan dan memilih pasangan calon ini. Menurutnya, fenomena ini merupakan yang pertamakalinya dalam konstelasi politik Pilkada di Kebumen.

“Antusiasme santri dan warga NU ini, tampaknya membawa suatu harapan besar karena selama ini di kabupaten yang di dalamnya mayoritas warga NU tapi belum pernah menjadikan calon bupati secara langsung dalam Pilkada,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, perolehan suara Arif – Rista didominasi di kantong-kantong NU dan pesantren-pesantren. Ditegaskan, meskipun kolom kosong juga tinggi, namun itu lebih kepada informasi kandidat yang kurang masif.

“Kajian kita, informasi kandidat Arif – Rista ini sangat kurang masif, ini kalau mau jujur ya. Faktor Covid-19 dan faktor lain barangkali ya, sehingga informasi tentang paslon ini terlihat kurang begitu masif daripada Pilkada-Pilkada sebelum pandemi,” pungkasnya.

News Feed