oleh

Desmigratif Jogosimo, Ketua PC Fatayat NU Kebumen: “Masyarakat Wajib Terlibat Mengasuh Anak Tanpa Liat Status”

Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Siti Mardiyah, M.Sos., M.Pd., menjelaskan akan community parenting (pengasuhan anak oleh komunitas). Hal tersebut dipaparkan dalam kegiatan “Penguatan Desa Migran Produktif” di desa Jogosimo, kec. Klirong, kab. Kebumen yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia.

Dikatakan, kedudukan orang tua tidak bisa digantikan oleh siapapun. Hanya saja, lanjutnya, kepengasuhan anak bisa digantikan.

“Seperti pesantren. Di pesantren, anak tidak bersama orang tua, melainkan bersama kiai, ustad atau ustadzah, atau dengan pengurus. Jadi sudah dipraktekkan sebenarnya,” Siti Mardiyah menggambarkan, Senin, (23/11/2020).

Sehingga, community parenting, seorang lelaki dewasa menjadi figur ayah sedangkan perempuan dewasa menjadi figur ibu bagi anak-anak dalam komunitas tersebut. Dikatakan, kenyataan yang menjadi perhatian orang tua adalah, banyak anak-anak menjadi korban narkotika dan sex abuse, gangguan psikologis, dan seterusnya.

“Narkoba sudah meracuni 1 dari 50 anak Indonesia. 62,7% anak usia SMP sudah pernah ML (making love), 70% tidak hanya di kota besar. Dan kasus HIV di Kebumen saja sudah di atas 100 kasus dan lebih dari 90% karena perilaku seksual,” imbuhnya.

Diketahui, Indonesia menempati rangking tinggi sebagai negara pengakses pornografi. Pornografi di Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah Swedia.

Oleh karena itu, peran orang tua dalam menangani kenakalan anak-anak adalah memberikan perhatian dengan cara meluangkan waktu bersama anak. Dan menghargai anak dengan cara menekankan pada kebenaran anak dulu dibandingkan dengan hal yang salahnya. Serta jangan lupa doa.

Ia mencontohkan, misalnya, dengan menggunakan bahasa yang konstruktif seperti, “Dani, Ibu senang dengan memasukkan kamu untuk Dina untuk tidak berpakaian seperti itu.”

Dijelaskan Siti Mardiyah, karena anak-anak sejatinya harus tumbuh kembang dalam suasana bahagia, merdeka, dan bermartabat. Hal tersebut, menurutnya, tidak hanya didapat dari orang tua biologisnya sebagai sebuah kewajiban, tetapi masyarakat pun juga punya kewajiban secara bersama-sama terlibat untuk mengasuh anak tanpa melihat status dan menjadi pengasuh anak.

Terlihat hadir dalam acara tersebut, Ir. Hj. Siti Kharisah, MM., (Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah), Maizidah Salas (Koordinator Pendidikan DPN SBMI), Siti Mardiyah, S.Sos., M.Pd. (Ketua PC Fatayat NU Kebumen), dan lainnya. Terlihat hadir sejumlah peserta dari berbagai kalangan.

News Feed