oleh

Pandemi Covid-19, Fatayat NU Kebumen Diharapkan Tak Beli Sayuran Tapi Cukup Metik

Kepala Bidang Ketahanan Pangan di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Kristiana Marahusti, SP., MM., mengatakan, dengan memanfaatkan pekarangan di rumah menghemat pengeluaran di masa pandemi. Hal tersebut diungkapkan depan ratusan kader Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kebumen, Minggu (15/11/2020).

Dijelaskan juga oleh Kristiana, bahwa apabila sudah memulai dan membiasakan diri menanam, nantinya tentu akan ada hasilnya. Dipaparkan, seperti sayuran bisa jadi kedepan tidak perlu membeli, cukup memetik karena sudah menanam sendiri.

“Tinggal memetik dari pekarangan,” imbuhnya dalam pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Pekarangan di Masa Pandemi yang digelar oleh PC Fatayat NU Kebumen.

Lebih lanjut, dalam pelatihan tersebut, juga disampaikan akan bahaya buang sampah di laut. Dijelaskan oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup Alfia Dianita Zulfa, ST., MT., M.Sc, bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya membuang sampah di laut. Padahal, dikatakannya, pembuangan sampah di laut mengakibatkan pencemaran air, ikan menjadi terkontaminasi, dan lainnya.

“Untuk itu, perlu diterapkan 3R: reduce yaitu mengurangi, reuse yaitu menggunakan kembali, dan recyle itu mendaur ulang guna bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Diketahui, dilaksanakannya kegiatan ini oleh PC Fatayat NU, yang saat ini dinahkodai Siti Mardiyah ini, sebagai salah satu ikhtiar mencarikan solusi problematika pangan di tengah pandemi. Melalui pelatihan yang diselenggarakan di gedung PC Muslimat NU Kebumen ini, diharapkan pelatihan bisa diserap oleh peserta. Dengan diimplementasikan nantinya, diharapkan bisa membantu menopang kebutuhan rumah tangga.

Terlihat hadir dalam acara ini Kepala Kantor Lingkungan Hidup Alfia Diananita Zulfa, ST., MT., M.Sc., Kepala Kesra Kab. Kebumen H. Wahib Tamam, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kebumen Kristiana Marahastuti, SP., MM., Terlihat juga Malik Ibrahim, S.Ag. selaku praktisi pemanfataan limbah dan pekarangan. // M. Machfud Masrolin

News Feed