oleh

Pengacara Pekerja PT. Sinar Sentral Sandang Layangkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Serang

SERANG, SiaranIndonesia.com-Kuasa hukum pekerja atau buruh yang bekerja di PT. Sinar Sentral Sandang melayangkan gugatan kepada Pengadilan Hubungan Industrial Negeri Serang. Hal itu dilakukan buntut pekerja atau buruh yang merasa upah dan THRnya dipotong oleh perusahaan.

“Kami mewakili klien sudah melakukan gugatan ke pengadilan. Dan kami berharap klien kami mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya,” Kata Muhamad Toyib dalam Press releasenya, Sabtu (14/11/2020).

Adapun isi dari gugatan tersebut diantaranya:

Bahwa Pekerja atau buruh yang berkerja di PT. Sinar Sentral Sandang, merupakan karyawan yang bekerja di Perusahaan PT. Sinar Central Sandang yang bergerak dibidang Industri pemintalan benang (kapas menjadi benang) sebagai Pegawai Tetap atau PKWTT “Perjanjian Waktu Tidak Tertentu” yang telah mengabdikan diri dengan jangka waktu yang begitu lama, yakni rata-rata telah bekerja kurang lebih selama 20 (dua puluh) tahun lamaya dan tentu telah banyak memberikan keuntungan secara materil kepada PT. Sinar Central Sandang.

Bahwa PT. Sinar Sentral Sandang adalah suatu Perseroan Terbatas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Fasilitas, yang didirikan dan tunduk berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang Industri Pemintalan Benang yang berkedudukan di Jl. Raya Serpong Km No.7, Kelurahan Pakualam, Kecamatan. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Bahwa pada tanggal 30 April 2020, PT. Sinar Sentral Sandang mengeluarkan pengumuman Nomor.014/SCS/HRD/IV/2020tentang karyawan dirumahkan.

Bahwa kemudian PT. Sinar Sentral Sandang pada tanggal 23 Juni 2020, mengeluarkan surat pengumunan Nomor.001/DIR/SCS/VI/2020 tentang Penutupan Perusahaan.

Bahwa menjelaskan secara singkat perselisihan pemutusan hubungan kerja ini telah ditempuh upaya perundingan bipartit antara Pekerja/buruh PT. Sinar Sentral Sandang dengan PT. Sinar Sentral Sandang, namun tidak menghasilkan penyelesaian, sehingga dimohonkan Mediasi melalui Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan. Pada tanggal 19 Agustus 2020, Dinas Ketenagakerjaan, Kota Tangerang Selatan telah menerbitkan surat Nomor: 565/28-Disnaker.

Bahwa Pekerja/buruh PT. Sinar Sentral Sandang telah melakukan penyelesaian tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 02 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Bahwa Pekerja/buruh PT. Sinar Sentral Sandang pada tanggal 11 November 2020 telah mendaftarkan Perkara Perselisihan Hubungan Industrial melalui Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Serang dengan register Perkara nomor : 159/Pdt.SUS-PHI/2020/PN.Srg.

Bahwa PT. Sinar Sentral Sandang yang telah melakukan pemotongan upah pada bulan Mei 2020, bulan Juni 2020 serta pemotongan THR tahun 2020, sebagaimana pengumuman Nomor.014/SCS/HRD/IV/2020 tentang karyawan dirumahkan dan pengumuman Nomor: 015/SCS/HRD/V/2020 tentang perpanjangan karyawan dirumahkan dan belum dibayarkannya uang pesangon sampai sekarang.

Bahwa berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1616 “Buruh yang memegang suatu barang milik orang lain untuk mengerjakan sesuatu pada barang itu, berhak menahan barang itu sampai upah dan biaya untuk itu dilunasi, kecuali bila untuk upah dan biaya buruh tersebut pemberi tugas itu telah menyediakan tanggungan secukupnya.

Bahwa dikhawatirkan PT. Sinar Sentral Sandang akan mengalihkan aset tersebut kepada pihak lain.

Diketahui para pekerja atau buruh melakukan aksi demontrasi pada hari Jumat (13/11). Mereka menuntut kepada PT. Sinar Sentral Sandang untuk membayar pesangon, sisa upah kerja dan thr.

“Kami meminta keadilan untuk mengembalikan kerugian kami,” Pungkas salah satu perwakilan demonstran tersebut.

News Feed