oleh

Ketua PGRI Kebumen: Ditengah Pandemi, Guru Patut Diapresiasi

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk wilayah Kebumen Agus Sunaryo mengatakan, ditengah pandemi Covid-19, para guru di Kebumen patut diapresiasi. Meskipun belum bisa melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) dengan tatap muka, namun para guru di Kebumen tetap bekerja keras dengan penuh semangat untuk mengajar.

“Hampir tidak menyangka, wajah pendidikan berubah drastis akibat pandemi covid-19. Sampai saat ini di Kebumen masih belum diberlakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Agus Sunaryo, Rabu, (21/10/2020).

Lanjut Agus, pembelajaran tatap muka ini diatur oleh empat menteri, menteri Pendidikan, menteri Dalam Negeri, menteri Kesehatan dan menteri Agama. Dijelaskan, daerah zona hijau dan kuning diperbolehkan KBM tatap muka, dan Kebumen pun tadinya akan melaksanakannya juga, hanya saja, pada saat Kebumen akan melaksanakan justru terjadi peningkatan resiko penularan Corona di Kebumen berubah menjadi zona orange.

“Zona orange. Sehingga belum bisa dilakukan persiapan proses pembelajaran tatap muka lagi,” tambahnya.

Diterangkan Agus terkait PGRI, bahwa organisasi ini di Indonesia, anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini dulunya didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi di zaman Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

“Profesi yang mempunyai kewajiban, yang pertama meningkatkan profesionalitas anggotanya. Yang kedua memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan anggota. Juga mengupayakan agar martabat para anggotanya meningkat. Berikutnya PGRI mempunyai kewajiban akan perlindungan terhadap hak dari anggotanya,” ujar ketua PGRI Kebumen ini.

Lebih lanjut diterangkan, anggota PGRI itu tidak hanya guru tapi pendidik dan tenaga kependidikan. Artinya, pendidik itu bisa guru dan dosen, sedangkan tenaga kependidikan itu semua orang yang berkecimpung di dunia kependidikan.

Sehingga, kata Agus, anggota PGRI itu bisa dari guru Paud, Tk, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA baik negeri maupun swasta. Mereka tergabung dalam organisasi PGRI.

“PGRI itu organisasi yang umurnya sudah tua, didirikan pada tanggal 25 November 1945 yaitu tiga bulan Setelah proklamasi kemerdekan,” pungkasnya. // Alfi, Yuni, Anggit, Lutfillah

News Feed