oleh

Bawaslu Kebumen Menilai Pemilih Pemula Berpotensi Tinggi Terjebak Hoaks

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kebumen Nasihudin memperingatkan masyarakat Kebumen dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kebumen agar tidak terjebak hoaks. Ditegaskan, potensi hoaks akan selalu ada.

“Berita bohong atau hoaks kemungkinan besar akan mewarnai Pilkada di Kebumen,” ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Lanjutnya Nasihudin, bahaya hoaks diakuinya terkadang sulit dipisahkan pada proses politik seperti Pilkada di sejumlah kota di Indonesia, termasuk dalam Pilkada di Kebumen. Meskipun berbagai upaya dilakukan untuk menekan kemunculanya, termasuk memaksimalkan peran media sosial.

Potensi korban hoaks, diantaranya para pemilih pemula. Menurutnya, biasanya pemilih pemula masih minim literasi politik, serta umumnya cukup mudah diprovokasi.

Ia pun berharap agar masyarakat Kebumen dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan Pilkada Kebumen, agar selektif. Melakukan cek-ricek. Menerima informasi sebaiknya dari media yang kredibel, seperti website resmi Bawaslu Kebumen.

“Masyarakat diharapakan dalam membaca informasi lebih selektif kalau ingin tau berita tentang Bawaslu cek pada website Bawaslu,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, hukuman penyebar hoaks tidaklah ringan. Hukuman untuk penyebar hoaks yaitu minimal 3 bulan penjara sampai 18 bulan kurungan penjara. // Badrun Lutfi, Masrolin

News Feed