oleh

BEM STMIK Jayakarta Desak Presiden Jokowi Terbitkan Perppu

JAKARTA, SiaranIndonesia.com- Jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode keduanya bersama Wakil Presiden Maruf Amin mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (BEM STMIK) Jayakarta.

Ketua BEM STMIK Jayakarta, Supardi menilai Jokowi-Ma’ruf gagal memimpin roda pemerintahan di Indonesia. Pasalnya banyak kebijakan Jokowi yang kerap berlawanan dengan arus besar tuntutan publik.

“Banyak hal-hal yang harus dikritisi terkait kebijaka Presiden Jokowi selama memimpin negara ini,” Ucap Supardi dalam konferensi persnya, Selasa, Jakarta (20/10/2020)

Supardi menjelaskan bahwa kebijakan politik Jokowi, setidaknya ada beberapa isu krusial yang layak dicermati tentang kebijakan Jokowi yang terkesan melawan arus pada tahun pertama periode keduanya sebagai presiden. Salah satunya tentang tuntutan elemen masyarakat dan mahasiswa yang meminta Jokowi untuk menerbitkan Perppu terkait Omnibus Law.
“Presiden Jokowi seharusnya menerbitkan Perppu terkait omnibus law karena Undang-Undang sapu jahat tersebut tidak memberikan dampak positif terhadap rakyat Indonesia,” jelasnya

Supardi meminta agar pemerintah tidak melakukan intervensi terkait gerakan mahasiswa yang melakukan aksi demontrasi di berbagai daerah. Ia juga mengecam aparat keamanan yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa saat melakukan aksi demontrasi untuk menolak omnibus law.

“Mengecam keras terhadap tindakan aparat yang represif terhadap teman-teman mahasiswa,” Imbuhnya

Lebih lanjut, Pria asal madura tersebut meminta pemerintah untuk tetap fokus untuk menanggulangi wabah Cobid_19. Pasalnya pemerintah terkesan gagal dalam menanggulangi wabah penyakit tersebut.

“Seharusnya pemerintah fokus untuk menanggulangi Covid_19. Supaya angka kematian karena wabah tersebut tidak bertambah lagi,” pungkasnya.

News Feed