Lakpesdam NU: Meninggal Sebab Demo Tolak Omnibus Law, Tergolong Syahid

  • Bagikan

Ketua Lakpesdam PCNU Kebumen Gus Wahyu NH. Aly mengatakan, apabila ada demonstran yang meninggal dunia dalam aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, dikatakan tergolong mati syahid. Hal tersebut disampaikan di kantor Lembaga Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, Kamis, (08/10/2020).

“Ulama NU kan sudah tegas bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan Senin kemarin itu (05/10/2020) tidak berpihak pada rakyat. Jadi apabila ada yang meninggal dunia karena menolak undang-undang tersebut, insya Allah termasuk mati syahid. Selama aksi penolakannya itu sudah sesuai dengan baik-benar,” tegasnya.

Dijelaskan, karena meninggalnya membela yang hak dan menolak kemungkaran. Ditegaskan juga, ia berharap agar warga NU tidak boleh takut mati, terlebih dalam menyuarakan kebaikan.

Cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini juga mengatakan, bagi warga NU yang lain juga agar turut serta menyikapi hal ini. Terlebih menurutnya, korban UU Cipta Kerja yang baru disahkan tersebut kemungkinan terbanyak dari kalangan Nahdliyin.

“Bisa jadi, kebanyakan buruh dan korban UU Omnibus Law ini warga NU. Jadi semua kalangan NU musti saling bahu-membahu menolong warga NU yang jadi korban ini. Tidak boleh apatis,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak tegas terkait dengan RUU Omnibus Law. PBNU menyatakan, bahwa UU Cipta Kerja menindas dan menginjak nasib para buruh, petani, dan rakyat kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj beberapa hari yang lalu, sebagaimana dikutip di NU Online. Ia pun meminta warga NU harus punya sikap tegas dalam menilai UU Cipta Kerja yang kontroversi itu. Sikap itulah yang akan menemukan jalan keluar.

“Hanya menguntungkan konglomerat, kapitalis, investor. Tapi menindas dan menginjak kepentingan atau nasib para buruh, petani, dan rakyat,” kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta secara virtual, pada Rabu (7/10) pagi.

  • Bagikan