Acara Penutupan Menjadi Awal Kiprah Peserta Pelatihan Desain Grafis

  • Bagikan

Penutupan pelatihan Junior Graphic Design angkatan kedua telah selesai Senin (28/9). Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al Ihya Ulumaddin bekerja sama dengan Kementerian Ketenaga Kerjaan (Kemnaker) dimulai pada tanggal 1 September 2020. Acara dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti Camat Kesugihan atau yang mewakilinya dan ketua yayasan BAKII Lubbul Umam.

Acara yang dihadiri oleh seluruh peserta pelatihan Junior Graphic Design ke-2 ini dibuka oleh Mubarok sebagai master of ceremony (MC). Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Rofiq alumni BLKK angkatan 1 dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama oleh Mochamad Awad Syahid atau akrab disapa Gus Awad selaku ketua panitia pelaksana. Ia mengaku bersyukur, pelatihan berlangsung lancar.

“Alhamdulillah pelatihan ini berjalan lancar, peserta sangat antusias hampir tidak ada yang absen selama pelatihan berlangsung,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, dalam 24 hari ini peserta yang terdiri dari tujuh peserta perempuan dan sembilan sisanya peserta laki-laki. Dijelaskan, mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan desain grafis saja, namun juga ada mendapatkan soft skill yang lainnya.

“Hal lain seperti jurnalistik, desain web juga diberikan kepada peserta pelatihan”, tambahnya.

Lanjutnya, adanya materi tersebut peserta tidak hanya memiliki kemampuan dasar mendesain saja, tapi peserta juga bisa menulis dan memanfaatkan teknologi Informatika. Ketua panitia ini berharap lulusan BLK Komunitas Al Ihya Ulumaddin akan menjadi insan kreatif dan solutif.

Senada dengan ketua yayasan BAKII Lubbul Umam menyampaikan, dia berharap lulusan BLKK Al Ihya Ulumaddin mampu menjadi teladan di masyarakat. Harapnya, tidak hanya mengandalkan selembar sertifikat untuk melamar pekerjaan, tapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Di tengah pandemi ini, saya harap agar peserta pelatihan BLK komunitas Al Ihya tetap mematuhi protokol kesehatan dan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan internet di era 4.0 ini,” tuturnya.

Diungkapkan Muktiyo, wakil Camat Kesugihan, ditengah pandemi Corona yang saat iniĀ  menurutnya sedang menggila, ia mengharapkan para peserta bisa mengimplementasikan apa yang telah diperoleh dari pelatihan. Ia menginginkan, peserta tidak hanya memiliki skill untuk diri sendiri, akan tetapi juga nantinya bisa untuk membantu perekonomian warga masyarakat.

“Menurut saya pelatihan ini terasa menyenangkan dan memberiku banyak pengalaman,” tutur Kisty, salah satu peserta pelatihan asal kecamatan Maos.

Selaras dengan Kisty, Mastur yang merupakan peserta dari Jengrana, Kesugihan, juga mengaku puas dengan adanya pelatihan desain grafis. Menurutnya pelatihan yang diperolehnya sangat bagus dan berkualitas.

“Selain menarik dan menambah ilmu, pelatihan ini juga menambah softskill dan relasi,” imbuh Kukuh Cilacap, (28/9).

Sebagaimana diketahui, program pelatihan ini resmi ditutup oleh Muktiyo yang dilanjutkan dengan foto bersama. Penyerahan serifikat secara simbolis yang diwakili oleh Ngafif peserta dari ponpes Miftahul Huda Kroya dan Nayla peserta dari ponpes Al Ihya Ulumaddin III juga menjadi penutup acara.

  • Bagikan