oleh

Pilkada 2020: Jika Wakil Bupati Kebumen Istri Maling, Generasi Milenial NU Kebumen Galau

Generasi Milenial NU belum bisa mengikuti sesepuh NU untuk melaksanakan deklarasi ke Arif Sugiyanto menyambut Pilkada Kebumen 2020 ini. Dijelaskan, karena generasi milenial NU sama sekali belum mengenal sosok Arif. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Generasi Milenial NU Kebumen Gus Wahyu NH. Aly menyikapi deklarasi warga NU Kebumen seminggu lalu yang banyak diwakili oleh kesepuhan NU untuk Arif Sugiyanto.

“Apa adanya saja ya. Sebenarnya, generasi milenial NU Kebumen belum begitu mengenal Pak Arif. Kalau mencoba untuk berkenalan lebih dalam, untuk beberapa waktu ini sudah beberapa kali coba menghubungi ya. Tapi Pak Arif belum ada waktu untuk generasi milenial NU Kebumen,” paparnya, Jumat, (30/07/20).

Pada saat yang sama, meskipun secara prinsip generasi milenial NU Kebumen sami’na waatho’na dengan para sesepuh NU, namun diakui terkait deklarasi sesepuh NU beberapa waktu lalu, bagi generasi milenial NU Kebumen membuatnya cukup galau. Dikatakan, hal tersebut jika Arif berpasangan dengan istri koruptor.

“Ini sejujurnya saja ya. Secara prinsip generasi milenial NU Kebumen itu sami’na waatho’na dengan deklarasi sesepuh NU waktu itu ya. Tapi yang belum tuntas di kalangan generasi milenial NU itu, jika Pak Arif berpasangan dengan istrinya yang belum lama diciduk KPK itu. Karena masih ada di kalangan kita yang sangat menolak,” paparnya.

Diterangkan, banyaknya generasi milenial NU Kebumen yang menolak kehadiran istri koruptor maju sebagai calon wakil bupati (cawabup), menurut mereka itu seperti sama halnya menghina istri-istri warga NU yang suaminya baik-baik, seperti istri ulama. Menurut mereka, misalnya, saat suaminya diciduk KPK, tapi justru NU mengangkat istri koruptor untuk memimpin Kebumen, kata mereka ini akan menjadi cukup miris.

“Ada dari mereka yang bilang ke saya, ‘Jika Arif berpasangan dengan istri maling, kenapa Kebumen harus dipimpin istri maling. Kenapa Arif tidak berpasangan dengan istrinya kyai, atau istrinya pengusaha yang baik yang diajak maju cawabup oleh Arif.‘,” tambahnya.

Lebih lanjut diungkapkan Gus Wahyu, termasuk ada dari kalangan generasi milenial NU yang menyatakan, jika Arif Sugiyanto berpasangan dengan istrinya koruptor, mereka akan memilih dan menggerakan kotak kosong. Hal ini bagi mereka, katanya, termasuk bentuk mengikuti kehendak deklarasi sesepuh NU di Pasca Sarjana IAINU seminggu yang lalu, dengan argumentasi jika melihat ada istrinya koruptor.

“Sampai ada yang bilang, kalau mereka akan mematuhi sesepuh NU. Memilih kotak kosong dengan melihat jika cawabupnya itu istrinya maling, itu bagi mereka ada yang mengatakan selaras dengan deklarasi sesepuh NU kemarin. Alasan mereka, menolak mudhorot atau mafsadat lebih diutamakan dari pada menarik maslahah,” tambahnya.

Perbedaan yang terjadi di kalangan generasi milenial NU, termasuk seperti diatas, menurut Gus Wahyu, bukanlah hal sulit. Menurutnya, bagi pengurus organisasi Generasi Milenial NU Kebumen itu cukuplah mudah untuk berdiskusi dengan mereka. Karena, diungkapkan, hal itu sudah sangat terbiasa.

Lanjut dikatakan Gus Wahyu, sederhananya, fenomena dialektika di kalangan generasi milenial NU Kebumen diakuinya hingga saat ini belum tuntas. Generasi Milenial NU Kebumen sendiri didalamnya diantaranya dari kalangan GP Ansor, Banser, Fatayat, dan lainnya.

“Perbedaan perpekstif dalam perseduluran di NU itu lumrah dan wajib saling menghormati, menyayangi serta mencintai. Ini juga menunjukan di dalam NU itu isinya manusia bukan robot. Perpekstif mereka wajib dihormati dan disayangi. Tapi saya akan terus melakukan diskusi bersama mereka,” tegasnya.

News Feed