oleh

Menghadapi Pandemi Global ke Depan, FSB Dorong Indonesia Inisiasi Lahirnya “GLOBAL RISK SOCIETY”

Jakarta – Pandemi global Covid-19 telah menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada satu negara pun yang terlepas dari ancaman virus. Semua negara memerlukan uluran tangan untuk dapat segera terbebas dari kurva naik pandemi tersebut.

Ketua Umum Forum Satu Bangsa (FSB), Hery Haryanto Azumi, mendorong Pemerintah Indonesia untuk menginisiasi lahirnya Masyarakat Risiko Dunia (Global Risk Society) untuk menghadapi kemungkinan (probability) terjadinya pandemi global lain pasca pandemi Covid-19.

Poin-poin tersebut disampaikan dalam bedah buku secara daring “Perang Global Melawan Corona, Perspektif Intelijen” karya Ngasiman Djoyonegoro, Kamis 16 Juli 2020.

Hery melihat bahwa pandemi Covid-19 adalah akibat kecerobohan manusia dalam mengelola berbagai laboratorium biologis di seluruh dunia. Peradaban manusia dalam mengontrol alam dan dirinya telah melakukan berbagai rekayasa untuk memastikan bahwa masa depan dunia dapat dikendalikan.

Namun pada satu titik upaya untuk mengendalikan alam dan dirinya tersebut menimbulkan risiko-risiko yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.

“Mengingat skala dan intensitas persebarannya, maka pandemi Covid-19 adalah tragedi global yang harus diatasi secara serius,”ungkap Hery yang juga mantan ketum PB PMII ini.

Hery menambahkan bukan rahasia umum di dunia terdapat banyak laboratorium biologis yang dikelola oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Tentunya, semua memiliki protokol pengamanan standar dan clearance masing-masing secara tertutup.

Dengan latar pandemi Covid-19 ini, ada momentum untuk melakukan governance terhadap laboratorium-laboratorium tersebut secara transparan atas dasar keselamatan peradaban manusia.

Pandemi Covid-19 adalah momentum perdamaian dan kerjasama. Dengan lahirnya Global Risk Society, masa depan kemanusiaan dapat diselamatkan. Reorientasi dunia akan menjadi kebutuhan baru.

“Dengan lahirnya Masyarakat Risiko Dunia, maka kita akan dapat mendeteksi semua ancaman terhadap kemanusiaan secara kolaboratif,” tutup Hery.

News Feed