oleh

Meluruskan Sejarah Bendera Papua (Landsvlag) yang Sebenarnya! dan Siapa Pembuatnya?

Bintang Kejora, Siapa yang buat dan dimana? Mengapa sampai terpilih sebagai Bendera Nasional orang Papua.

Baru baru ini publik dikejutkan dengan potongan video yang beredar luas dimasyarakat terkait bendera bintang Kejora. Video tersebut tayang pertama kali melalui kanal siaran TOP TV Papua.

Sebagai putra Papua saya merasa perlu memberi pencerahan dan membuka informasi publik terkait asal usul bintang Kejora yang merupakan lambang bendera OPM.

Dalam viseo berdurasi 4:39 (empat menit tiga puluh sembilan detik) ini dengan jelas disebutkan bahwa asal usul bendera bintang Kejora merupakan lambang kesebelasan sepak bola PSN (Persatuan sepakbola Nafri) yang didirikan pada tahun 1953. Hal tersebut disampaikan oleh bapak Obet Awi Ibu Anie Tan Fere.

Diakhir statemennya, bapak Obet Awi menyampaikan bahwa bendera bintang Kejora dulunya merupakan asli bendera kesebelasan PSN yang dibentuk dari kampung ke kampung. “Saat ini, bendera tersebut sudah tidak digunakan lagi karena masyarakat takut,”ucapnya.

Menurut saya, statemen tersebut tidak mendasar karena bendera tersebut dibuat oleh bapak almarhum Nicolaas Jouwe. Bukan bendera kesebelasan PSN. Anak-anak dari Bapak Almarhum Nicolaas Jouwe yang masih hidup di Belanda bisa kasih bukti-bukti authentik kepada Ibu Anie dan Bpk Obet Awi.

Saya melihat langsung gambar aslinya yang digambar diatas sebuah kertas sebelum disahkan pada tgl 19 Oktober 1961 oleh Kongres Nasional Papua di Hollandia sebelum disahkan oleh Dewan Nieuw Guinea Raad pada tgl 18 November 1961 dan bendera Papua dinaikkan secara resmi pada tgl 1 Desember 1961 didepan kantor Dewan Nieuw Guinea Raad, dimana saya turut saksikan penaikan bendera Papua yang bersejarah itu.

Ingatan saya masih segar waktu Bapak Almarhum Eliezer Jan Bonay, anggota Dewan Nieuw Guinea Raad mewakili daerah Yapen-Waropen berpidato, “My home is my Castle!” (Rumahku adalah Bentengku)

Menanggapi video tersebut, Saya tantang Ibu Anie dan Bpk Obet Awi untuk berdebat terbuka mengenai soal asal usulnya bendera Papua ini.

Saya akan memulai dari pertanyaan mendasar Kapan olahraga sepakbola terstruktur dengan baik dan jadwal pertandingan/kompetisi antar klub di Papua teroganisir dengam baik di masa pejajahan Belanda? Karena tahun
50-an Belanda masih sibuk dengan politik koloni Papua yang di bawa ke PBB oleh Indonesia.

Perlu saya sampaikan bawah Saya mengikuti perjalanan politik Papua lebih baik dari Ibu Anie dan Bpk Obet Awi. Ibu Anie Tan Fere dan Bpk Obet Awi bicara tanpa bukti-bukti yang sah! Saya punya bukti-bukti yang sah dan punya saksi-saksi banyak!

Banyak teman-teman sebaya saya antara lain: Bapak Freddy Numberi, Bpk Simon Petrus Morin dan Bapak Theo Waimuri setuju dengan penjelasan saya. Bapak Obet Awi dan Ibu Anie Tan Fere tidak beritahu dengan baik bagaimana sampai Bendera Papua dipilih oleh Dewan Nieuw Guinea Raad pada tgl 18 November 1961 untuk jadi bendera “Landsvlag” (Bendera Tanah Papua bukan bendera Negara).

Beberapa sahabat juga keberatan dengan statment bapak Obet Awi dan ibu Ani. Sebut saja, Bapak Theo Waimuri Mantan Dubes RI di Namibia, Bapak Freddy Numberi, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Perhubungan. Aries Waimuri pemuda Papua. Dan Robert Kardinal, Anggota DPR RI.

Beliau berpesan kepada saya, Saudaraku, kita harus tantang dan bicara yang benar dan jujur untuk masyarakat Papua.

Saya berani tantang orang-orang yang tidak tau apa-apa ini. Melecehkan perjuangan banyak orang Papua yang sudah meninggal dan yang masih berjuang karena Bendera Bintang Kejora ini!

Kalau ada yang menunggang mereka-mereka yang buat statement semacam ini, saya mohon jangan coba-coba buat kami orang Papua kecewa lagi. Bicara yang jujur dan benar, Saya tidak terima cara begini! Karena saya tahu betul asal usul cerita bendera ini! Bukan bendera klub bola PSN dari kampung Nafri.

 

Tulisan ini dibuat oleh Nick S. Messet. Mantan Anggota OPM 1962 – 2005.

News Feed