oleh

Pesan Pembina Pesantren RI-1 Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Jakarta – Habib Abu Djibril Basyaiban selaku Pembina Pesantren Republik Indonesia (Pesantren RI) mengatakan bahwa kita semua untuk saat ini dalam kondisi prihatin menghadapi Pendemi Covid-19.

 

“Kita harus lebih bersabar untuk melawan takdir dengan takdir, kalau kita lapar maka kuncinya adalah makan untuk menghilangkan rasa lapar. Kalau kita haus, maka jalan tempuhnya adalah minum untuk menghilangkan dahaga. Kalau kita ingin sampai pada tujuan yang akan kita tempuh, maka solusinya adalah melangkah bahkan berlari, tidak akan pernah sampai kalau kita hanya berjalan ditempat, apalagi berdiam diri menunggu takdir ilahi,” ucap Habib Abu Djibril di salah satu kegiatan di Jakarta, Selasa Malam (28/4/2020).

 

Sebagai negara yang mengimpikan kemajuan, baik maju secara ekonomi, politik dan hal lain yang ada korelasinya dengan kemajuan suatu keharusan untuk meminimalisirkan atau bahkan membebaskan masalah yang dihadapi negara Agar tidak menghambat menuju Indonesia Maju.

 

“Begitu juga dengan yang kita hadapi saat ini pandemi Covid-19,klo kita semua ingin cepat selesai maka kita harus saling mendukung untuk memutus mata rantai bersama,kita memang sedih tidak bisa mudik tidak bisa tarawih bersama tidak bisa berkegiatan sebagaimana mestinya tapi itu semua adalah yang terbaik agar bisa segara selesai permasalahan,toh di rumah kita juga bisa bertarawih bersama keluarga dan tidak mengurangi pahalanya, untuk saat ini kita tidak usah saling menyalahkan justru kita harus mendukung apa yang telah di himbau pemerintah,karna ibarat main bola penonton lebih rame seakan akan paling bisa memasukkan bola pada gawang,padahal ketika turun langsung ikut main bola belum tentu bisa menyentuh bola sedikitpun,begitu juga yang di hadapi pemerintah saat ini,pemerintah untuk saat ini sudah maksimal bekerja untuk menyelesaikan permasalahan yang ada bahkan pemerintah juga bermusyawarah minta bimbingan ulama’ ulama’ yang di rasa mumpuni di sertakan,” terangnya.

 

Habib Abu Djibril Basyaiban juga menuturkan, kita semua harus lebih mempertebal iman, pengertian istilah Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan) Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat, Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan, kita jalani sesuai dengan arahan para ahli agar segera selesai Covid-19 ini dengan berusaha dan berdoa.

 

“Imun juga harus selalu di jaga, Sistem imun merupakan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh. Sistem imun berperan dalam mengenal, menghancurkan benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan tubuh. Sistem imun tidak memiliki tempat khusus dalam tubuh manusia dan tidak dikontrol oleh organ pusat, seperti otak. Sel-sel tertentu berperan sebagai pasukan pertahanan untuk memerangi benda asing yang masuk tubuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada tubuh,harus sering berwudu dan sunnah sunnahnya wudu di kerjakan seperti mencuci kedua tangan dan menyelai jari jari, menghirup air dalam hidung,dengam demikian kita akan terhindar dari virus virus dan jangan lupa ketika bertemu dengan seseorang tetap menggunakan masker agar tidak kontak langsung antara hembusan nafas yang keluar melalui mulut dan hidung,dengan begitu insyaAlloh kita akan aman,Habib Abu Djibril Basyaiban Selaku Pembina Pesantren Republik Indonesia (Pesantren RI) menambahkan yang penting kita tetap selalu menjaga Iman,Imun insyaAlloh akan Aman Amin,” ucap Habib Abu Djibril mengakhiri.

News Feed