oleh

Alasan Bank BTN Kota Pekalongan Tak Serahkan SHM Kepada Kuasa Pemenang Lelang Dianggap Mengada-Ada

Pekalongan – Kuasa pemenang lelang atas nama Liliana Muslikatan, H Lukman, mengaku dipersulit BTN Pekalongan saat mengambil SHM hasil memenangkan lelang di KPKNL Pekalongan, Kamis (16/4/2020).

Kuasa Liliana M, H Lukman, datang ke BTN bersama suami Liliana M, Triwira Yudiatmaka. Mereka datang untuk mengambil SHM hasil memenangkan lelang di KP-KNL pada Selasa (14/4/2020).

Sebagai dasar dan bukti pengembilan SHM tanah dan bangunan nomor 1384 atas nama Johny Agung Prasetyo seluas 54 meter persegi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Lukman membawa semua persyaratan, diantaranya risalah lelang dan kuitansi pelunasan pembayaran lelang. Rombongan kuasa Liliana pun tak bisa menemui Akbar, pegawai BTN yang membidangi soal pengambilan SHM.

Kuasa Liliana ditemui pegawai BTN lain, Joko. Pada pertemuan itu, antara H Lukman dengan pegawai BTN sempat berdebat terkait SOP yang disampaikan pegawai BTN terkait pengambilan SHM hasil lelang.

“Kami datang ke sini bukan liar tapi kami datang dengan membawa surat kuasa dari ibu Liliana selaku pemenang lelang SHM nomor 1384,” katanya.

Namun, lanjut Lukman, pihaknya dipersulit oleh pihak bank untuk mengambil SHM tersebut. “Sesuai dengan aturan di KPKNL, pemenang lelang dapat mengambil SHM yang dimenangkan ke bank yang bersangkutan dengan membawa risalah, kuitansi pelunasan, pemenang lelang atau orang yang mendapat kuasa oleh pemenang lelang.Tidak ada kata harus notariil. Kami membawa semua itu,” ungkapnya sambil menunjukkan semua persyaratan yang ditentukan oleh KPKNL untuk pengambilan SHM hasil lelang.

Selaku kuasa Lilina M, H Lukman merasa dipersulit.“Itu (SHM, red) merupakan hak kami, kenapa harus dipersulit. Kalau begini kami merasa dirugikan, dan kami akan melakukan upaya hukum,” terangnya.

Sementara itu, pegawai BTN Cabang Pekalongan Joko yang menemui H Lukman dan rekannya menjelaskan bahwa pihaknya tidak mempersulit tapi sesuai SOP BTN, pengambilan SHM hasil lelang harus pemenang lelang.

“Ini sudah SOP kami pak,” katanya.“ Kalaupun ada kuasa harus bernotariil (notaris, red),” terangnya.

Hal senada diungkapkan pegawai BTN lainnya, Akbar yang disampaikan ke suami pemenang lelang melalui WA. Akbar menjelaskan, dari manajemen BTN Pekalongan menerangkan bahwa sesuai kebijakan internal pemenang lelang harus mengambil langsung dengan membawa KTP atau mengunakan surat kuasa notariil.

Untukmengambil SHM ditambahkan membawa 2 materai Rp 6000 untukmembuat surat pengantar roya dan berita acara serahterima.

News Feed