oleh

Analisa Pakar Terkait Nama Baru Putri Denada

Jakarta – Hingga kini putri cantik Denada, Shakira Aurum masih menjalani pengobatan di Singapura. Pada pertengahan tahun 2018 lalu, Shakira divonis menderita kanker darah atau leukimia.

Melihat cobaan yang begitu berat dipikul putri kecilnya, rasa lirih tentu dirasakan Denada. Tak tampak sedikit pun lelah dan putus asa. Ia selalu tegar meski bebannya sudah tentu sangat berat.

Belum lama ini, Denada mengumumkan mengubah nama Shakira menjadi Aisha. Denada meyakini nama adalah doa.

“Saya percaya nama adalah doa. Saya berdoa demi kebaikan anak saya. Kita tahu nama Aisha adalah nama yang indah sekali, nama yang begitu cantik,” ujar Denada.

Seorang pakar restruktur nama, Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari S.Psi, M.ED memberi pandangannya terkait pergantian nama putri Denada.

Dari hasil analisa Heleni, nama Aisha lebih baik dari Shakira. Putri Denada yang lahir pada 11 Desember 2012 itu dinilai tidak sesuai memiliki nama Shakira.

Melihat dari tingkat keharmonisannya, Heleni yang merupakan seorang pakar psikologi transpersonal & name consultant ini menilai nama Shakira sangat tidak harmonis dengan kelahirannya.

“Ini akan menarik banyak hal negative, seperti sakit terus menerus, operasi berulang karena suatu penyakit kritis,” jelas Heleni.

Sementara nama Aisha  juga tidak harmonis, namun nama Aisha dianggap sedikit lebih baik dari Shakira.

“Pada nama Aisha akan menarik hal negative diantaranya berpotensi besar menderita kanker dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Namun nama baru itu memiliki kekuatan aktualisasi diri sangat baik sebesar 85 persen. Dari hasil perhitungannya, nama Aisha dinilai mampu bertahan dalam kondisi yang negative dan mampu bangkit kembali.

“Kekuatan nama Aisha juga memiliki karakter pemimpin, mandiri sekaligus penyayang dan berempati tinggi,” pungkas Heleni lugas.

Sebagai informasi, restruktur nama merupakan bagian dari warisan kearifan masa lampau (ancient wisdom), yang digunakan untuk mencapai keharmonisan diri serta kesuksesan dalam hidup.

Restruktur nama akan berefek lamban, jika pemiliknya belum menyadari seperti apa mindsetnya selama ini. Sebab, kebiasaan lama sulit sekali untuk berubah, kecuali pemilik nama itu menyadari, dan aktif untuk mengubah haluan dirinya ke arah yang lebih baik dan berkualitas.

Belakangan, metode penyempurnaan nama sangat digemari karena mendatangkan banyak manfaat untuk kehidupan seseorang.

Methode ini tidak berhubungan dengan mistik sama sekali dimana banyak orang berpikiran demikian. Restruktur nama ini di dasarkan dari perhitungan matematika dan data empiris yang dudah banyak di pelajari di beberapa universitas, khususnya di Amerika

Susunan nama yang harmonis itu menyimpan kekuatan yang luar biasa bagi pemiliknya.

News Feed