Lulusan TOT MKNU Dicabut Hak sebagai Trainer, Jika Tak Patuh dengan Organisasi NU

  • Bagikan

Ketua Lakpesdam PCNU Kebumen Gus Wahyu NH. Aly dalam sambutan pembukaan TOT MKNU Kebumen menegaskan, peserta TOT MKNU yang lulus apabila tidak mematuhi organisasi NU maka akan dicabut hak sebagai trainer. Menurutnya, hal tersebut sebagai konsekwensi logis dalam MKNU.

“Aturannya sudah begitu. Tak patuh dengan organisasi NU, dengan sendirinya tercabut hak sebagai pemateri atau trainer,” jelas cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini di kampus Politeknik Dharma Patria Kebumen, Selasa, (25/02/2020).

Dikatakan juga oleh koordinator MKNU Kebumen ini, trainer MKNU tunduk dan patuh pada mekanisme organisasi. Termasuk, trainer MKNU di Kebumen, wajib melaksanakan keputusan PCNU Kebumen, suka atau tidak suka. Ditegaskan, trainer menjadi tulang punggung pengkaderan organisasi NU yang khususnya di Kebumen.

“Suka atau tidak suka, wajib patuh. Jika merasa berat membawa amanah ini, sebaiknya mundur mengikuti TOT MKNU ini,” tegasnya dihadapan 60 peserta pilihan TOT MKNU.

Pada saat yang sama dikatakan, kedepan seluruh pengurus NU di Kebumen, dari tingkat PCNU, MWCNU, ranting, termasuk banom-banom, wajib mengikuti MKNU. Diungkapkan, MKNU selain sebagai syarat utama, juga sebagai sistem pengkaderan terbaik yang dimiliki NU saat ini. Terbaik dalam database sekaligus terukur dalam manajemen pengkaderannya.

“Semua sudah tahu. Tidak ada sistem pengkaderan yang abadi. Setiap sistem pengkaderan, pasti akan berhadapan dengan jaman yang mau tak mau harus ditingkatkan kualitas sistem pengkaderannya. Tak terkecuali MKNU, suatu saat tentu akan berhadapan dengan jaman, yang menuntutnya untuk lebih baik. Hanya saja, saat ini, MKNU adalah sitem pengkaderan terbaik yang dimiliki oleh NU,” tambahnya.

Sehingga, dikatakan lagi, ketika MKNU sudah dilaksanakan secara masif kedepannya, namun masih ada pengurus NU yang tidak mau mengikuti, maka pengurus tersebut termasuk kategori “pengkhianat” organisasi NU. Ditekankan, pengurus wajib melaksanakan amanah organisasi.

“Pengurus jika tidak menjalankan amanah organisasi, ya itu pengkhianat,” tambahnya.

Sosok yang dikenal sebagai pakar ushul fiqh ini pun menjelaskan, dalam NU agar tidak dirusak dengan dimunculkannya istilah NU kultural dan NU struktural. Karena, lahirnya NU itu pada dasarnya di Nusantara sudah tersebar ajaran keaswajaan. Akan tetapi, meskipun demikian, organisasi NU justru dilahirkan. Dengan demikian, ketika NU sebagai organisasi, maka suka ataupun tidak, seluruh keputusan organisasi harus dijalankan. Ia pun berharap, masuk kedalam NU harus total, tidak setengah-setengah ketika menjadi pengurus.

“NU itu organisasi, bukan perkumpulan. Jadi baik itu pergerakan, pemikiran, sampai amaliah, harus tunduk dan patuh pada keputusan organisasi,” ungkapnya.

Kepada para peserta TOT MKNU ia pun menyatakan, sebagai salah satu tugas setelah lulus menjadi trainer, ia meminta agar mwnyukseskan program database warga NU Kebumen yang sedang dilakukan oleh PCNU Kebumen melalui Lakpesdam PCNU Kebumen dengan program Kartu Anggota NU (KartaNU) PCNU Kebumen. Ditegaskan, database warga NU Kebumen merupakan suatu keniscayaan, kebutuhan dasar, yang belum pernah dilakukan oleh pengurus PCNU sebelumnya.

“Setelah lulus, setelah sah sebagai trainer. Tugas pertama, wajib menyukseskan peogram database warga NU Kebumen, melalui KartaNU Kebumeng yang sedang dilakukan oleh Lakpesdam PCNU Kebumen,” pungkasnya.

  • Bagikan