oleh

FBTB ke-9: Upaya Revitalisasi Budaya

“Kebudayaan itu memancarkan keindahan. Dengan menjaga kebudayaan, Indonesia akan lebih harmonis dan seimbang.” Sebuah ungkapan inspiratif dari Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ya, Indonesia dikenal dunia dengan keragaman budayanya. Beda wilayah, beda pula budaya yang diusung masyarakatnya. Sehingga kekayaan budaya Indonesia menjadi daya tarik wisatawan khususnya mancanegara.

Dihelatnya Festival Budaya To Berru (FBTB) 2020 merupakan wujud dari melestarikan kekayaan budaya nusantara. Konten acaranya cukup beragam mulai dari karnaval budaya, pemilihan duta budaya, Tari Massal ‘Lamba Belo’ Pusaka Kerajaan Balusu, lomba permainan tradisional, pameran seni rupa dan kerajinan tradisional, serta temu karya koreografer dan komposer.

FBTB 2020 yang dihelat untuk menyemarakkan Hari Jadi Barru ke-60 merupakan paket lengkap dalam membangun dan merivatalisasi budaya. Tak hanya kebudayaan lokal (Barru), budaya dari daerah lain juga disajikan dan dapat dinikmati wisatawan.

Sebut saja darj Yogyakarta, Lampung, Bali, Jawa Barat serta ragam budaya dari kabupaten lain di Sulsel dipertontonkan sehingga wawasan budaya masyarakat semakin kaya.

Ketua Panitia Festival Budaya To Berru ke-9, Andi Adnan Azis menuturkan, tujuan dihelatnya FBTB adalah agar generasi muda mengenal budayanya. Tak hanya budaya daerah asalnya tapi juga budaya dari daerah lain.

“Kami ingin menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda. Wawasan tentang kekayaan budaya nusantara merupakan hal yang penting. Kewajiban kami mengenalkannya untuk mereka,” jelas Andi Adnan yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru.

FBTB ke-9 berlangsung selama tiga hari, 21 – 23 Februari 2020 di Alun-Alun Colliq Pujie, jantung kota Barru. Acaranya sukses memukau masyarakat selaras dengan tujuan penyelenggaraannya.

Plh Sekda Barru, Abustan, memberi apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada panitia, peserta dan sejumlah pihak yang berpartisipasi mensukseskan Festival Budaya To Berru 2020.

Ia juga berharap agar FBTB bisa terus digelar setiap tahunnya. Agar gaung budaya nusantara khususnya Barru dapat didengar hingga mancanegara. Sehingga wisatawan akan dengan sendirinya datang ke Barru.

“Begitu pun, para duta budaya, agar mampu memahami, menjaga budaya Bugis Barru dan mengenalkannya,” pungkas Abustan.

News Feed