oleh

FTPI Gelar Training Sertifikasi Kompetensi Tour Leader Umrah, Haji dan Wisata Muslim

Jakarta – Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) menggelar Training Sertifikasi Kompetensi Tour Leader Umrah, Haji dan Wisata Muslim di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, 6-8 Februari 2020. Kegiatan ini merupakan agenda rutin FTPI dalam rangka menyiapkan tour leader (TL) yang profesional dan berlisensi sesuai dengan aturan dari pemerintah.

FTPI bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo untuk melahirkan TL yang memiliki kemahiran dan kemampuan sesuai dengan standar kompetensi yang ditentukan oleh pemerintah, baik Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Agama.

Sekjen FTPI Iwan Giwangkara menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi tour leader ini merupakan fasilitasi FTPI bagi para anggota untuk memperoleh lisensi atau sertifikat sebagai tour leader umrah, haji dan wisata umum.

“Kita mesti bikin standar service requirements untuk seorang TL itu seperti apa, kita bakukan dalam bentuk kurikulum, jadi materinya ini adalah yang berhubungan dengan tujuan utamanaya yaitu bagaimana kita menentukan standar service bagi TL, khususnya bagi orang-orang yang bertugas membawa dan membimbing jamaah untuk melaksanakan ibadah umrah, haji dan wisata muslim,” Ucap Iwan di lokasi acara usai memberikan materi kepada peserta.

Untuk menjadi TL, menurut Iwan, harus memiliki kapastias, ability, kemampuan, tanggung jawab dan profesionalisme dan lainnya.

“Ada tiga dasar yang harus dimiliki yaitu knowlage, skill dan experience,” ungkap penulis buku ‘Cara Mudah Berbisnis Travel Umrah dan Haji Khusus’.

Iwan memaparkan yang masih banyak terjadi saat ini seorang TL hanya mengandalkan modal berani saja, tapi kurang memahami psikologi service jamaah.

“Kan jamaah berbagai macam ragam budayanya, tingkat ekonomi, usianya. TL harus tau bagaimana cara melayani orang tua, orang yang tingkat sosialnya tinggi, orang batak, rang sunda, itu punya karakter masing-masing, TL harus bisa meramu supaya bisa service exelen,” terang Iwan.

Melalui training sertifikasi ini, semua yang berkaitan dengan TL mulai A hingga Z akan dijelaskan secara rinci bagaimana menjadi TL yang berstandar sesuai dengan peraturan pemerintah.

“Kita ajarin bagaimana yang namanya standar hotel seperti apa, standar perjalanan yang nyaman seperti apa, itu ada ilmunya, tinggal kita transportasikan ke peserta,” jelas Direktur Travel AntaVaya.

Manajer Mutu LSP Pramindo Agus Sutarna dalam kesempatan ini menjelaskan tentang kiat-kiat yang wajib diketahui bagi seorang TLĀ  serta menjelaskan tentang kompetensi yang akan diujikan dalam sertifikasi tersebut.

“Tadi kita praktekkan langsung pada penugasan. Mereka harus tahu bagaimana agar memenuhi tuntutan bukti pada setiap kompetensi, sehingga yang diharapkan, tahu kenapa uji kompetensi itu sampai mengumpulkan portofolio, bukti harus dibuat, ketika sudah jadi sertifikat personal, mereka kan harus mempertahankan, ketika 3 tahun perpanjangan mereka sudah tidak susah-susah lagi, buktinya sudah ada dan ngerti,” ucapnya.

Dengan adanya training ini, Agus berharap akan muncul kesadaran bahwa sekarang ini adalah era kompetensi sehingga menuntut TL bekerja professional karena setiap yang mereka kerjakan ada pertanggungjawaban yang disesuaikan dengan tuntutan dari standar kompetensi.

News Feed