oleh

Penipuan Diduga Dilakukan Oleh Dirut PT Hexagon Fortino dan Jotasu Indonesia Maju, Korban Akan Lapor ke Bareskrim

Jakarta – Penipuan pinjam dana dengan jaminan cek giro mundur kerap terjadi, kali ini dilakukan oleh Direktur Utama PT. Hexagon Fortino Teiji bernama Asril Rusli (57) Warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan Idrian Rihadi (51) mengaku sebagai pemilik usaha JOTASU INDONESIA MAJU yang tidak berbadan hukum jelas dan Avlan Rukkeng Massa, warga Pondok Petir, Bojongsari Bogor kepada Noor Yunita Setiawati ( NYS ), usia 43 tahun, istri dari pelaku penipuan IR.

Merasa ditipu oleh suaminya sendiri, Noor Yunita Setiawati ( NYS ) tidak segan-segan akan melaporkan suaminya Idrian Rihadi ( IR ) ke Bareskrim Polda Metro Jaya pada hari Senin, 03 Februari 2020 besok.

Penipuan yang dilakukan oleh IR, AR dan ARM pada tanggal 24 Januari 2020 yang lalu. Penipuan dan penggelapan titipan dana sejumlah Rp 30.000.000 dengan jaminan selembar cek giro BRI Cabang Mangga Dua senilai Rp 32.500.000 dilakukan oleh IR, AR dan ARM kepada NYS.

Cek giro pada tanggal 31 Januari 2020, jatuh tempo pencairan, NYS mendatangi BRI Cabang Dewi Sartika, Jakarta, dinyatakan kosong tidak tersedia dananya alias cek bodong.

Uang sejumlah Rp 30.000.000 berhasil diraup dengan iming-iming akan dibayar dengan tambahan Rp 2.500.000 menjadi senilai Rp 32.500.000 dicatatkan dalam selembar cek giro mundur tertanggal 31 Januari 2020.

Setelah mendapatkan keterangan dari pihak bank yang menerangkan dana tidak ada di cek giro tersebut, NYS pun merasa ditipu oleh pihak-pihak terkait.

Merasa ditipu, penerima cek tersebut berencana akan melaporkan ke Polisi Sektor Jatinegara atau ke bareskrim Polda Metro Jaya, serta minta kepada pihak bank agar memblokir dan memasukkan dalam daftar hitam perbankan.

“Sejak awal pinjam dana saya sudah curiga, namun karena kata-katanya meyakinkan akhirnya kita kasih,” jelas NYS.

“Gimana saya gak yakin, suami saya berkali-kali hubungi saya, katanya dana sudah ditunggu oleh notarisnya, kartu nama notarisnya pun di fotokan ke saya, lalu percakapan notaris diforward ke saya. Dana harus segera ditransferkan ke notarisnya, gitu katanya, jadi saya yakin deh. Tapi ternyata bohong. Setelah dana saya kirimkan, saya hubungi notaris tersebut, ternyata beliau tidak tahu apa-apa, tidak kenal suami saya, tapi beliau katakan, “kalau Asril kesini hanya konsultasi dan dia ambil kartu nama saya di meja tamu”, saya minta dana agar dikembalikan saja lagi hari itu 24 Januari 2020, tapi AR minta tolong agar dipercaya, dana di cek giro BRI tanggal 31 Januari 2020 sebagai jaminannya. Saya tanya berkali-kali, “Apa benar dana pasti ada tanggal 31 Januari 2020 nanti ?”, AR menjawab, “Tenang saja, sudah saya siapkan dana tanggal tersebut tersedia”, akhirnya saya percaya”, demikian dituturkan oleh NYS.

“Saya akan tandatangani laporan blacklist dan blokir rekening BRI tersebut pada hari Senin, 03 Februari 2020 besok dan buat laporan resmi ke Bareskrim Polda Metro Jaya.

“Perusahaan yang berjalan dengan langkah penipuan tidak akan berkah dan sebaiknya perusahaan tersebut tidak usah lagi berjalan, gak akan halal hasilnya karena ada unsur penipuannya. Waspada ya sama 2 perusahaan tersebut, jangan sampai ada lagi korban berikutnya”, kata NYS dengan kesalnya.

News Feed