oleh

Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia Siap Mengangkat Produk Lokal Tangerang

Jakarta – Tangerang sebagai bagian dari elemen Jabodetabek memang tidak mudah untuk memunculkan produk lokal karena lokasinya pada kawasan ibukota yang menyebabkan perubahan budaya yang masif. Perubahan budaya ternyata telah menggeser sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya bergesernya mata pencaharian penduduk.

Produk lokal satu kawasan perlu digali lalu dimunculkan untuk dikelola optimal sebagai media bisnis yang menyejahterakan masyarakat.

Produk lokal semakin sulit ditemukan, belajar dari beberapa negara maju, menggali budaya dasar ternyata akan menemukan produk lokal yang bisa menjadi mata pencaharian masyarakat.

Mata pencaharian atau mudahnya disebut pekerjaan, bagi masyarakat tentu akan mengalir seiring dengan perkembangan jaman.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam upaya menggali dan memasarkan produk lokal telah mendirikan Gerai Tangerang Gemilang (GTG) yang bisa dimanfaatkan untuk industri berbasis masyarakat (IKM). Pendirian lokasi ini memang sarat dengan idealisme untuk membangun produk lokal yang mampu bersaing dengan produk pabrikasi.

Sejak tahun 2017, GTG berdiri namun memang masyarakat Tangerang belum familier dengan program yang ditawarkan oleh manajemen GTG. Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) yang diberikan kewenangan sebagai manajemen pengelola GTG terus berupaya mengenalkan program dan produknya kepada masyarakat.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopmen BMI mengatakan bahwa masyarakat yang memiliki produk apapun bisa menjual produknya di GTG tentunya dengan berbagai ketentuan dan kualitas yang sudah distandarisasi.

Kopmen BMI adalah koperasi yang didirikan oleh anggota dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

“Dalam rangka semakin menarik kunjungan masyarakat ke GTG kami menggelar program S3 yaitu program Serunya Sabtu Siang, program ini digelar bulan Januari dan Februari. Sabtu, 11 Januari 2020 kemarin kita gelar kegiatan makan bareng sate kerang dan pelatihan barista. Sabtu, 18 Januari 2020, minggu depan kita gelar ngopi bareng kopi khas Tangerang. Sabtu, 25 Januari 2020, makan laksa bareng dan training digital marketing. Untuk Sabtu, 1 Februari 2020, kita gelar makan sate bandeng bareng dan Sabtu, 8 Februari 2020 kembali kita adakan kegiatan pelatihan barista. Ini semua kami adakan untuk menggali produk serta mengenalkan produk asli Tangerang agar masyarakat lebih cinta produk sendiri”, papar Kamaruddin Batubara.

Perlu diketahui oleh masyarakat, GTG merupakan etalase produk lokal Tangerang, tempat bertemunya produsen, penjual dan pembeli. Masyarakat bisa menghilangkan kejenuhan dengan berkunjung ke GTG, dengan parkir luas dan tersedia aneka makanan seperti Café Kopi Rindoe Benteng, dengan makanan khasnya Sate Kerang Benteng, yang merupakan sate kerang pertama di propinsi Banten. Tersedia Laksa khas Tangerang. Pengunjung juga bisa menikmati belanja kebutuhan sehari-hari melalui swalayan Koperasi BMI.

“Kita mengajak masyarakat Tangerang untuk memajukan produk lokal melalui berbelanja produk kita sendiri”, tutup Kamaruddin Batubara.

News Feed