oleh

Sekjen HMS : Musibah Banjir Ujian Berat, Musti Ingat Keadaan Sekitar dan Istiqomah Pantang Menyerah!!

JAKARTA (5/1) – Pasca viral di media sosial maupun pemberitaan lantaran kata – kata ‘ikhlas’ terlontarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu sempat membuat muak masyarakat, pasca imbas musibah banjir melanda 17 kecamatan, 39 kelurahan kawasan Jabotabek di awal tahun 2020 hingga menelan korban jiwa 9 orang, pengungsi sejumlah belasan ribu, dengan kedalaman tertinggi mencapai 3,1 meter itu. Jakarta (4/1)

Tak pelak, sedari statement Pak Gubernur Anis, menurut Hardjuno Wiwoho, SH, MM, M.I.Kom, seorang profesi Advokat Muda menimpali banyak yang tidak mutu alias tidak berbobot. Demikian kata Hardjuno yang merupakan aktivis penggiat antikorupsi itu memberikan pernyataan singkatnya, Jakarta. Ahad (5/1)

“Kalau orang jawa bilang ‘mbangane ra omong’ kita ini memang sedang dalam era ‘krisis moral dan etika’ . Memang masyarakat terkadang tidak mutu mengomentari hal hal tidak perlu. Istilahnya sedikit sedikit VIRAL dan pelakunya pasti diatasnamakan warganet ,” imbuh Hardjuno.

Menurutnya wajarlah jadi pemimpin itu dikritik bahkan dihujat, nggak perlu diviralkan tulisan yang tidak berbobot seperti ini. Soalnya, situasi Negara dalam keadaan darurat ekonomi, di tengah tengah masyarakat sedang kesulitan, kita selalu disuguhkan atas adanya perampokan perampokan uang negara secara sistemik, seperti kasus Jiwasraya yang hari hari ini telah membuat resah masyarakat, belum lagi ditambah dengan penerimaan pajak yang jauh daripada target, juga kasus pemberian subsidi bungan obligasi rekap eks BLBI kepada para Bangkir ataupun yang sudah menjelma menjadi Konglomerat di Negeri ini, serta kasus Century Gate yang selalu datang di tahun tahun jelang Pemilu..

Sebelumnya, pengacara Kondang Hotman Paris sempat lontarkan wacana gugatan class action atas bencana banjir yang melanda Jakarta, dalam hal ini masyarakat Jakarta bisa meminta ganti rugi akibat banjir terjadi pada Rabu (1/1) lalu, “Kejadian banjir Jakarta itu sangat mirip gugatan-gugatan class action yang diajukan masyarakat di negara Barat. Halo, LBH jangan mengaku dirimu LBH. Ayo segera ajukan class action, gugatan ganti rugi atas seluruh kerugian masyarakat Jakarta. Class action, gugatan ganti rugi triliunan rupiah,” kata Hotman melalui akun Instagramnya, Sabtu (4/1).

Senada dengan pernyataan Hotman, Hardjuno turut kemukakan situasinya masyarakat jangan dibikin susah, namun Pemerintahan hanya ingin pencitraan saja akhir akhir ini.

Tentunya, warga Jakarta alami hampir mirip gugatan -gugatan class action yang diajukan di negara Barat.”Seolah tidak melihat, dampak turunan dari Reklamasi, bencana alam. Namun, pointnya Pemerintah tidak ingin disalahkan juga,” tuturnya.

Hardjuno sendiri mengaku dirinya merasakan dampak banjir menjadi ujian yang cukup berat.”Bahkan saya menganggap seperti orang ditinggal meninggal dunia oleh orang yang dikasihi,” kata Sekjen HMS itu.

Maksudnya, awal banjir kita masih bisa bercanda canda, seperti awal ada orang meninggal kita masih belum sadar betul, tapi saat sudah masuk liang kubur kita menjadi sedih, dan baru sadar telah ditinggalkan. Namun, pasca sepekan banjir memahami kerugian dirinya Milyaran, dan banyak sekali menjalani ujian, barulah merasa sedih, Terang Dia mengatakan.

“Tapi itulah, akhirnya saya harus melihat sekitar, seperti halnya rejeki harus melihat ke bawah bukan keatas. Artinya, meskipun saya sendiri terdampak banjir tetapi masih saya syukuri dengan ilmu zuhud bahwa jika kita sedang susah ya jangan susah banget banget, sebaliknya jika sedang diberikan berkahNya jangan senang berlebihan, karena diluar sana banyak saudara saudara kita yang lebih susah akibat banjir kali ini, dari kerugian Puluhan Juta, Ratusan Juta, Milyaran – puluhan Milyar, bahkan nyawa yang dikorbankan, baik takdir digigit binatang berbisa, kesetrum, bahkan dimakan buaya,” ujar Hardjuno.

Lantaran itu, intinya semua adalah terkena serangan jantung dan sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa, imbuhnya mengingatkan.

“Semoga kita semua mendapat kebaikan dan keberkahan, serta selalu dalam lindungan Alloh SWT,” kata Hardjuno menorehkan catatan kecil ditulis pagi hari dalam derasnya hujan.

“Sudahlah tidak perlu berpihak dengan seolah memperlihatkan kedekatan dengan Gubernur lah, atau mengklarifikasi soal kenyataan mengenai Pak Anis,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya di grup media sosial nya pun tempo hari, dimana dipecah belah cuma gegara orang orang menjelma ‘cebong dan kampret’, sekarang kenyataaannya ? semua sudah bersatu dalam satu kenyamanan, tukas Hardjuno

Para cebong dan kampret ? Bisa dilihat sendiri bagaimana dan dimana posisi mereka saat ini. Jangan hanya ribut di dumay, bahkan dengan kata kata tidak pantas, namun diam saat berjuang di dunia nyata. Padahal, masa depan anak cucu dipertaruhkan, jelasnya.

“Jangan sampai pendekatan environment dan sustainable hanya sekedar teori manis. Namun, bisa lakukan langkah nyata,” paparnya.

Semisalnya saja dengan melakukan gugatan saja kepada Pemerintah Provinsi, minimal ada upaya upaya tepat untuk pencegahan dilakukan Gubernur menjabat kini. Dan atau ada upaya namun program nya keliru / tidak tepat.

“Lalu untuk menjawab itu semua kan bisa dilakukan di Pengadilan,” ulas Hardjuno prihatin dengan masyarakat yang mengalami kerugian harta benda bahkan jiwa.

Justru, kala pembangunan pembangunan drainase / saluran air digalakkan di bangun di beberapa lokasi wilayah Jakarta.”Maka, pembelajaran bagi kita semua bahwa menjadi pemimpin mesti amanah dan tugas kewajiban yang diemban sangatlah berat,” paparnya.

Pesan untuk Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menurutnya Bapak Anies sudah betul, memang bencana adalah ujian alam dan sekarang yang penting dilakukan langkah nyata dari Pemerintah bagaimana, padahal sebagai Gubernur adalah pamong masyarakat, untuk dapat mengayomi dan melayani Masyarakat dengan benar, kemuka Dia.

“Karena sesungguhnya memang seorang ‘pemimpin adalah pelayan’, jadi tidak perlu statement tidak berbobot. Seakan membuat kecerdasan Bapak tidak nampak,” katanya tergugah sembari mengkritik.

“Semoga Alloh memberikan kita semua kekuatan, kesehatan untuk tetap selalu berjuang istiqomah di jalan Nya. Istiqomah bukan berarti tidak boleh lelah, tetapi Istiqomah tidak boleh menyerah,” ujarnya yang tengah warming up menyiapkan buku terkait masalah mencari jati diri Bangsa dalam keadaan Negara yang berada pada titik nadir, timpal Hardjuno menambahkan seraya mengucapkan terima kasih bagi yang memviralkan (bang Boim).

“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran ayat 8) Aminn. Salam Perjuangan,” Tutup Hardjuno memungkas.

News Feed