oleh

Tangerang Selatan Pasca Airin

Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah berakhir. Kontestasi politik yang menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia ini dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 21 Mei 2019.

Dinamika pilpres 2019 yang sempat diwarnai dengan sentimen antar golongan menjadi sebuah catatan tersendiri bagi demokrasi Indonesia. Situasi politik yang memanas menimbulkan polarisasi di masyarakat. Maka tidak heran masyarakat sering membicarakan para calon presiden beberapa bulan yang lalu bahkan tidak jarang ada yang saling menjelekkan antara pendukung yang satu dengan yang lainnya.

Kegaduhan Pilpres 2019 beberapa bulan yang lalu seolah-olah melupakan bahwa Tangerang Selatan (Tangsel) sebentar lagi harus menentukan siapa yang akan memimpin kota yang dikenal dengan sebutan cerdas modern dan relegius tersebut. Pada 2020, kepemimpinan Airin Rachmi Diany sebagai Wali Kota Tangsel akan berakhir. Sisa waktu untuk menentukan estafet kepemimpinan Airin nampaknya harus dipersiapkan.

Menjelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) kota Tangerang Selatan 2020 bebarapa bakal Calon Wali Kota mulai bermunculan. Setidaknya ada sejumlah tokoh yang santer namanya disebut akan meramaikan kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Nama nama kandidat pun yang bermunculan diantaranya Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel Muhammad. Ada pula nama nama baru seperti Putri Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yakni Andiara A Aprilia Hikmat, Putri Wapres RI terpilih KH Ma’ruf Amin Yakni Siti Nur Azizah, Penulis Muda Fadh Fadhepie hingga Akademisi UNPAM yakni Suhendar.

Seiring semakin dekatnya Pilkada 2020 membuat dinamika pemberitaan ditanah air terutama di Tangsel menjadi semakin semarak dengan berita-berita yang terkait dengan kegiatan seputar mengenai Pilkada. Para bakal calon wali kota mulai melakukan manuver politiknya masing-masing.

Berbagai macam metode dan pencitraan mulai dilakukan oleh para Bakal Calon Wali Kota, mulai dari prestasi yang pernah dicapai sampai dengan perencangan program-program yang diperkirakan kedepannya. Hal itu tidak terlepas dari usaha untuk mempengaruhi calon pemilih dalam hal ini adalah masyarat umum.

Walikota Tangsel pasca Airin harus memiliki visi dan misi yang berkelas mengingat kota tersebut merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Semangat melayani dengan hati dan nurani ada dalam diri pemimpin itu sendiri.

Tangsel yang sudah masuk jejaring kota basar di Indonesia dan bahkan dunia, tekanan dan kepentingan nasional dan internasional juga dihadapi wali kota. Tangsel butuh sosok yang berkelas internasional untuk membawa tuntutan global serta butuh sosok yang fokus menyegerakan kepentingan utama warga kota.

Arus globalisasi yang begitu pesat ini akan menjadi tantangan yang berat bagi wali kota Tangsel kedepan. Pasalnya kemajuan teknologi digital tidak hanya memberikan dampak yang menguntungkan tetapi juga mempunyai dampak negatif yang memusingkan bahkan merugikan.

Tangsel membutuhkan sosok yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan yang ada bukan sosok yang hanya mementingkan golongan serta membutuhkan figur pemimpin baru yang membawa gagasan-gagasan segar mengingat kota tersebut penyangga ibu kota yang penting. Karenanya harus berbenah mulai dari tatanan bangunan, insfrastruktur dan fasilitas kota.

Tangsel juga memiliki problem seperti kota besar lainnya, yakni kemacetan yang harus diselesaikan oleh wali kota Tangsel kedepan. Pasalnya kemacetan tersebut dapat menghambat terhadap pertumbuhan ekonomi di Tangsel dan sekitarnya.

Ketika tatanan kota Tangsel mulai tertata dengan baik bagaimana dengan peningkatan kualitas manusianya. Tugas wali kota kedepan perlu menggarap aspek pendidikan ini guna bertanggung jawab meningkatkan kualitas manusia warga kota.

Penulis:Nawari (Mahasiswa Hukum Tata Negara Universitas Pamulang) 

News Feed