Sejumlah Tokoh Sebut Hoax dan Radikalisme Ancaman Nyata Terhadap NKRI

  • Bagikan

JAKARTA, Siaranindonesia.com-Staf ahli Kementrian Kemenkominfo Hendri Subiakto, mengatakan berita hoax dan radikalisme menjadi ancaman yang serius terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya hoax dan radikalisme masih ada dan terus berkembang sampai saat ini.

“Radikalisme yang ingin mengubah sistem seperti NKRI itu bukan hal yang baru yang ada di Indonesia bahkan sudah lama radikalisme ada di negara ini,” kata Hendri Subiakto saat jadi narasumber diskusi publik KMI, di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Rabu(20/11/2019).

Hendri Subiakto menegaskan bahwa gerakan paham radikalisme bukan ciri khas Indonesia dan Islam. Tapi gerakan tersebut dapat bersinergi ketika ada momentum politik di Indonesia sehingga munculnya politik identitas.

“Gerakan radikalisme itu bukan ciri khas Indonesia dan Islam bahkan di seluruh benua paham tersebut sudah ada,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fauzi Amro Politisi Partai Nasdem menilai bahwa berita hoax banyak bermunculan karena pesatnya dunia digital dimana seseorang bisa memprodusen berita sendiri. Menurut Fauzi berita hoax sangat berbahaya bagi masyarakat Indonesia terutama dalam momentum politik di Indonesia.

“Semakin banyak teknologi yang masuk ke Indonesia makin banyak pula hoax yang ada,” ujar anggota DPR RI tersebut.

Fauzi Amro juga menjelaskan radikalisme yang ada di Indonesia karena pemikiran seseorang tentang agama masih dangkal. Ia mengatakan pemerintah sudah membuat regulasi tentang undang-undang terorisme.

“UU terorisme sudah ada tapi gerakan radikal masih ada seperti yang terjadi di Medan dan Serang Banten,” imbuhnya.

Sementara itu Pengamat Terorisme Nasir Abbas, menjelaskan bahwa upaya untuk menegakkan negara islam termasuk bagian seseorang yang terpapar radikalisme. Ia menambahkan penyebaran radikalisme dilakukan dengan berbagai cara supaya misinya berhasil.
“Radikalisme masih ada karena sudah menjadi paham atau keyakinan. Dan penyebaran radikalisme dilakukan dengan berbagai cara,” pungkasnya.

  • Bagikan