Penerapan Gaya Literasi Read and Writing bagi Siswa di SD Labschool UNIMUDA Sorong

  • Bagikan

Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong mendapatkan Hibah pengabdian pada tahun 2019 dari  Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kemendikbud RI. Hal tersebut untuk dapat menyelenggarakan Pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang dibiayai oleh DRPM.

Salah satu program Pengabdiaan yang dilakukan oleh Tim Pengabdi UNIMUUDA Sorong adalah tentang Penerapan Gaya Literasi read and writing bagi siswa di SD Labschool UNIMUDA Sorong Warmon Kokoda. Kegiatan PKMS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis siswa di kelas awal.

Program ini bekerja sama dengan sekolah Mitra yaitu SD Labschool UNIMUDA Sorong Warmon Kokoda. Menurut Ketua Tim PKMS, Bapak Nouval Rumaf, M.Pd., bahwa kondisi pendidikan yang ada di suku Warmon Kokoda sangatlah tragis. Salah satu permasalahan pendidikan yang ada yaitu kurangnya kemampuan membaca dan menulis bagi masyarakat Warmon Kokoda dan peserta didik SD Labschool UNIMUDA Sorong Warmon Kokoda.

Hal ini dapat mendorong kepedulian dan keprihatinannya dalam mementukan sikap dan mengambil langkah cerdas untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan Penerapan Gaya Literasi read and writing bagi siswa di SD Labschool UNIMUDA Sorong Warmon Kokoda.

Beberapa Hal yang telah dilakukan oleh Tim PKMS UNIMUDA Sorong adalah sebagai berikut: Pengenalan Huruf Abjad, Vokal, dan Konsonan, membaca suku kata, membaca kata, dan membaca kalimat. Selanjutnya masing-masing peserta didik dipersilahkan untuk menulis huruf abjad, terutama vokal dan konsonan kemudian membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata, dan membaca kalimat.

Penerapan gaya literasi read and writing tersebut terus dilakukan dengan memanfaatkan rumah baca mahardika Warmon Kokoda sebagai tepat pelaksananan pelatihan dan pembelajaran. Kegiatan tersebut berhasil meningkatkatkan animo peserta didik, sehingga mereka mulai bisa membaca dan menulis walaupun belum maksimal, namun paling tidak ada terobosan dan langkah nyata yang dilakukan oleh tim dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengaktualisasikan gerakan literasi.

Dalam program ini tentunya memiliki kendala dan tantangan. Salah satunya adalah sarana dan prasarana penunjang yang sesuai dengan konsep kearifan lokal. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan terus maendapat dukungan, baik dari DRPM maupun stakeholder yang ada.

  • Bagikan