UNIAT Gelar Talkshow Kepedulian Islam Untuk Indonesia, Palestina dan Dunia

  • Bagikan

Jakarta – Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) menggelar talkshow dengan tema ‘Kepedulian Islam untuk Indonesia, Palestina dan Dunia’. Acara diselenggarakan di Aula Gusdur UNIAT, Rabu (16/10/2019).

Hadir sebagai narasumber yaitu H.M. Nabil Ketua Umum Yayasan Addiniyah Attahiriyah, Drs. H. Edy Hamdi M.Pd Ketua Forum Travel/Founder Satriani Wisata, Dr. Suherman Saji Rektor Universitas Islam Attahiriyah, Abdul Aziz, SH.MH Ketua DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia, Syafii Efendi, SE.MM Presiden OIC Youth Indonesia Pemuda OKI, Dr. Ilyas Indra Pimpinan Ilyas Indra Centre dan H. Amsori, SH. MH. MM Wakil Ketua Bidang Hukum PBNU.

Ketua Umum Yayasan Attahiriyah H. M. Nabil dalam sambutannya menceritakan sejarah berdirinya Yayasan Attahiriyah yang selama ini berkiprah dalam perkembangan dunia dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.

“Assuryaniyah didirikan oleh Suryani Taher dan Syatiri Ahmad pada tahun 1969. Beliau sangat peduli terhadap pendidikan dan sosial masyarakat,” jelas putra ketiga dari Alm. Suryani Taher dan Syatiri Ahmad.

Dalam perjalanannya, jelas Nabil, Assuryaniyah mengembangkan nilai-nilai keagamaan melalui dakwah dan pendidikan. Salah satunya adalah terbentuknya kampus Islam pertama di Jakarta yaitu Universitas Islam Attahiriyah dan Pondok Pesantren.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan orang tua kami yang sangat gigih. Alhamdulillah, pada masa Gusdur menjadi Presiden ke-4, Beliau lah yang meletakkan batu pertama pembangunan gedung Assuryaniyah ini, maka disini ada Aula Gusdur,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Travel Partner Indonesia yang merupakan putra pertama Alm. Suryani Taher dan Syatiri Ahmad Edy Hamdi menjelaskan tentang kepedulian terhadap Palestina. Bersama Satriani Wisata Tour and Travel, dirinya membuka jalur Aqsho sejak tahun 1994. Saat itu jalur Aqsho menjadi momok yang ditakuti masyarakat Indonesia karena konflik yang terjadi di sana.

“Siapapun yang kita tawari ke Aqsho nanya apakah aman atau tidak. Aqsho berada di kota Yerusalem yang diduduki warga Palestina dan Israel. Mustahil ngebom Aqsho yang didalamnya ada warga Palestina dan Israel. Pertama kali saya kesana, saya liat yang datang mayoritas Nasrani. Atas dasar itulah saya mencoba menggarap program ke Masjidil Aqsho yang belum digarap travel-travel di Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan hadis nabi tentang anjuran untuk mengunjungi Aqsho. Yaitu hadis Rasulullah yang menganjurkan umat Islam untuk datang ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsho.

“Salah satu bentuk kepedulian kita adalah dengan menyiarkan Aqsho,” ucap pria kelahiran Kairo, Mesir.

Rektor Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Dr. Suherman Saji dalam talkshow yang dihadiri puluhan peserta dari seluruh wilayah di Indonesia ini menceritakan tentang UNIAT sangat peduli terhadap dakwah dan pendidikan.

“UNIAT bernilai dakwah dan dakwahnya bernilai pendidikan, sehingga outnya bermanfaat bagi masyarakat berkontribusi untuk pembangunan masyarakat di Indonesia,” tegasnya.

Dalam acara ini, Universitas Islam Attahiriyah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia dan OIC Youth Indonesia.

 

Dr. Ilyas Indra mengatakan, kerjasama ini penting dalam rangka penyelenggaraan advokat di Indonesia. Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia merupakan delapan dari asosiasi advokat yang ada di Indonesia.

“Attahiriyah punya fakultas hukum, mudah-mudahan bisa ikut bersama alumni menyelenggarakan profesi advokat,” ucapnya.

Sementara itu, DPP APSI Abdul Aziz mengatakan, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia bukan hanya memberikan bantuan hukum kepada para warga muslim saja, namun juga kepada semua pihak yang memang membutuhkan akses keadilan.

“APSI sudah ada di setiap provinsi. APSI sudah berkiprah kepada masyarakat luas bahkan melalui Pusat Mediasi dan Bantuan Hukum APSI memberikan gratis tanpa dipungut biaya. Ini bentuk kepedulian APSI kepada Umat Islam,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, President OIC Youth Indonesia Syafi’i Effendi menegaskan kiprah OIC Youth Indonesia yang komitmen membela kepentingan Islam di Indonesia dan dunia, khususnya adalah konflik yang terjadi di Palestina.

  • Bagikan