oleh

Pemerintah Harus Membatasi Gerakan Transnasional Agama

JAKARTA, Siaranindonesia.com-Maraknya paham transnasional agama akhir-akhir ini telah banyak mengundang kekhawatiran banyak pihak di Indonesia. Pasalnya paham tersebut bukan hanya mempengaruhi kelompok tertentu melainkan sudah banyak menyasar kesemua golongan, usia bahkan profesi.

Ketua PP Muhammadiyah Mukayyat Al Amien, mengatakan gerakan transnasional saat ini bersinggungan dengan ideologi negara sehingga pemerintah harus membatasi gerakan tersebut. Gerakan transnasional tumbuh dan berkembang di Indonesia pasca reformasi, dimana kebebasan berkumpul, berserikat, berbicara dibuka dengan selebar-lebarnya.

“Hari ini gerakan transnasional bersinggungan dengan ideologi negara,” kata Mukayat Al Amien dalam diskusi publik CSN di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Sementara itu, Ustadz Al Khattat menyebutkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak perlu untuk ditakuti oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya HTI tidak bisa menegakkan negara karena HTI hanya menyebarkan pemahaman khilafah yang mereka yakini.

“HTI tidak perlu ditakuti karena tidak bisa menegakan negara Serta tidak punya kekuatan militer,” ujar Sekjend Forum Ummat Islam Tersebut.

Sementara dalam kesempatan yang sama Mantan Jama’ah Islamiyah Nasir Abbas, mengatakan gerakan radikalisme itu sendiri terbagi menjadi dua negara, yaitu negara islam dan kafir. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia dianggap sebagai negara islam yang mana untuk menegakkan syari’at radikalisme menjadi tujuan.
“Negara islam atau daulah islam atau iqomamuddin dimana menegakkan syariat islam menjadi tujuan radikalisme,” pungkasnya.

News Feed