oleh

Satriani Wisata Utamakan Pelayanan dan Amanah pada Jamaah

Jakarta – Perusahaan perjalanan ibadah umrah dan wisata muslim Satriani Wisata memberikan pelayanan prima bagi para jamaah dan peserta traveller muslim. Sejak berdiri tahun 2012 silam, Satriani Wisata terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan secara maksimal.

Direktur Utama Satriani Wisata Edy Hamdi menceritakan pengalamannya sejak dirinya berkecimpung di bisnis wisata ini, yaitu ketika ia pertama kali mendapatkan amanah untuk melayani tamu Allah di Attahiriyah Tour ang Travel dan Assuryaniyah Tour and Travel.

“Satriani Wisata ini lahirnya dari Attahiriyah dan Assuryaniyah. Di tahun 2012 saya keluar dan mendirikan Satriani Wisata. Satriani merupakan singkatan dari Syatiri dan Suryani, nama kedua orang tua saya. Saya kembangkan tetep dengan nama orang tua tapi dengan manajemen saya agar saya lebih kreatif. Alhamdulilah orang tua memberi ijin dan sampai sekarang bisa berjalan,” kenang Pria yang memiliki hobi menyanyi.

Menurutnya, ia tidak mempunyai niat untuk membangun usaha di bisnis perjalanan religi ini, namun karena orang tua sudah menjalani usaha ini dan memimpin haji sejak tahun 1970an dan memberangkatkan 200 jamaah haji di tahun 1987, lantas ia pun mendapatkan amanah untuk menjalankan usaha tersebut.

“Dulu belum ada haji khusus atau haji plus, pada tahun 1997 saya buka paket haji plus sampai pada tahun 2010. Selama 13 tahun saya mengenyam pengalaman disana, saya bawa haji plus, bawa haji furodah,” kenang pria yang menempuh pendidikan SMP dan SMA di Qatar.

Edy menjelaskan, Satriani Wisata bukan hanya menggarap umrah dan haji saja, namun juga perjalanan wisata muslim dengan berbagai destinasi di seluruh dunia. Menurutnya, diluar umrah dan haji masih banyak pasar wisata muslim yang harus dikunjungi masyarakat untuk belajar sejarah Islam.

Bahkan, pada tahun 1994 Satriani menjadi pioneer dalam melakukan perjalanan ke Aqsho yang saat itu Aqsho menjadi momok yang ditakuti masyarakat untuk ke sana karena alasan keamanan.

“Kita tau bahwa pada tahun 1990 Indonesia sudah 90% muslim, dan kita ambil pasar itu, yang kedua teman-teman kita di travel umroh terlalu fokus pada haji dan umroh. Memang fokus pada haji umroh itu diajurkan Rosulullah ke Mekkah dan Madinah tetapi kenapa tidak ke Aqhso juga. Kan tiga masjid utama selain Mekkah dan Madinah yaitu Aqsho,” ucapnya.

Bagi Edy, Satriani Wisata bukan hanya sekedar mengejar profit belaka, namun lebih mengedepankan pada pelayanan, bimbingan ibadah serta kepuasan jamaah dalam menjalankan ibadah umrah. Untuk itu, Satriani Wisata selalu memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Setiap 30 jamaah kita berikan dua pendamping,” jelas Edy.

Terkait harga umrah maupun wisata muslim, Edy menjelaskan bahwa Satriani Wisata mematok harga standar. Misalkan untuk Umrah Plus Jordan dan Aqsho, Satriani Wisata mematok harga USD 2900 dengan lama perjalanan 13 hari.

Terbukti, dengan pelayanan dan amanah kepada jamaah rupanya banyak jamaah yang melakukan repeat order (pemesanan kembali). Bahkan jumlah repeat orden lebih dari 80 persen.

“Kunci utama membagun usaha ini adalah amanah dan jujur. Dengan amanah dan jujur kita harus sampaikan kepada jamaah apapun yang terjadi. Amanah dalam menanajemen keuangan, karena uang yang kita terima miliaran. Itu bukan uang kita, itu uang jamaah dan bisa kita ambil saat jamaah sudah pulang. Itulah profit kita,” pungkasnya.

News Feed