oleh

Kasus Halal Control GmbH Jerman Dilimpahkan ke Mabes Polri

Jakarta – Kasus dugaan pemerasan terhadap badan sertifikasi halal swasta asal Jerman, Halal Control GmbH, telah dilimpahkan ke Mabes Polri sejak 31 Juli 2019 dan berstatus penyidikan.

 

Kasus tersebut dilaporkan oleh Mahmoud Tartari ke kepolisian. Dia mengadukan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) Selandia Baru bernama Mahmoud Abo Annaser dan melibatkan andil dari Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia Lukman Hakim pada 2016.

 

Pengacara Mahmoud Tartari, Ahmad Ramzy berharap pelimpahan ini menjadi lebih baik.

 

“Menurut saya atas pelimpahan ini, akan menjadi lebih baik karena Mabes Polri memiliki kemampuan yang lebih dari Polres Bogor Kota. Saya berharap Mabes Polri bisa menuntaskan kasus ini dan bisa segera meningkatkan status tersangka terhadap orang-orang yang terlibat.
Dan saya menaruh harapan besar Mabes Polri tidak dapat di intervensi dari pihak manapun dalam penegakan hukum di kasus ini,” jelas Ramzy kepada Siaran Indonesia melalui pesan singkat, Jumat (9/8/2019).

 

Tim kuasa hukum Tartari melapor Abo Annaser dan Lukmanul Hakim secara personal ke Polres Bogor sejak 20 November 2017. Namun, lantaran melibatkan warga negara asing, kasus itu terasa lamban prosesnya sehingga dilaporkan ke Mabes Polri.

 

Sementara itu, pihak MUI bakal melapor balik Mahmoud Tartari atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap MUI.

 

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah mengatakan pelaporan terhadap Tartari akan dilayangkan setelah tim penyidik Bareskrim Polri berhasil membuktikan fakta-fakta terkait tudingan tindak pidana suap yang diduga melibatkan Lukman Hakim itu tidak benar.

 

News Feed