oleh

Arwani Syaerozi Masuk dalam Bursa Calon Menteri Milenial

Jakarta — Politisi Partai Hanura, Arwani Syaerozi masuk radar sebagai calon menteri milenial potensial versi lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) yang dirilis di Hotel Alia Cikini Jakarta, Minggu (21/7).

Pengasuh pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon itu disebut-sebut punya kedekatan dengan ketua umum Hanura, Oesman Sapta Odang.

Selain itu, jika dilihat berdasarkan prestasi, Arwani Syaerozi memiliki banyak prestasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ia merupakan sosok yang berhasil meraih gelar Doktor termuda di Maroko pada usia 29 tahun. Dia juga berhasil mempertahankan disertasinya dengan nilai summa cum laude.

Arwani juga merupakan wakil ketua ISNU Jawa Barat, Wakil Ketua RMI – PBNU (Rabithah Ma’had Islamiyah PBNU) dan salah satu pendiri Ikatan Ilmuwan Indonesia di Maroko dan Pendiri Cabang Istimewa NU Maroko.

Seperti disampaikan Direktur Eksekutif ASI bahwa untuk menjadi menteri modalnya tidak hanya kompetensi namun masih ada faktor lain.

“Ya tidak sekadar kompetensi. Dukungam partai, atau ormas, atau kedekatan Jokowi, juga bisa jadi faktor penentu,” kata Ali Rif’an dalam jumpa pers bertema “Berebut Menteri Milenial, Siapa Paling Potensial?” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (21/7).

Dalam bedah hasil survei tersebut sebagai narasumber Prof. Dr. Lili Romli, M.Si (Peneliti Utama LIPI), Bhima Yudhistira (Ekonom INDEF) dan Ali Rif’an (Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia).

Setidaknya ada 10 nama yang masuk dalam bursa calon potensial menteri dari kalangan milenial partai. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Grace Natalie (PSI), Taj Yasin Maimoen (PPP), Diaz Hendropriyono (PKPI), Lukmanul Khakim (PKB), Pranada Surya Paloh (NasDem), Arwani Syaerozi (Hanura), Ahmad Hanif Rais (PAN), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra), Angela Herliani Tanoesoedibjo (Perindo).

News Feed