oleh

Sejumlah Tokoh Sebut Pentingnya Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2019

JAKARTA, Siaranindonesia.com-Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa pilpres pasangan capres dan cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Kamis lalu (27/6). Alhasil, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangkan pemilu presiden sesuai penetapan hasil perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum 21 Mei lalu.

Politisi partai PPP Ach Baidhowi, mengatakan Ketegangan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi – Maruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno diperkirakan masih tersisa apabila pasangan peserta pemilu tidak melakukan rekonsiliasi. Pasalnya masyarakat masih terbelah belah sejak Pemilihan Umum (Pemilu).

“Rekonsiliasi ini penting karena sejak pemilu masyarakat terbelah menjadi dua,” kata Baidhowi dalam diskusi KMI, Jakarta, Salemba Tengah, Selasa (2/7/2019).

Ach Baidhowi juga menjelaskan betapa pentingnya rekonsiliasi demi kesatuan bangsa Indonesia. Pasalnya kalau masyarakat masih tercerai berai karena tingginya suhu politik itu akan membuat negara Indonesia tidak akan maju seperti negara lain.

“Kedepan harus rekonsiliasi demi kesatuan bangsa supaya tidak ada lagi pembelahan di masyarakat,” tutur pria yang akrab di sapa Awiek tersebut.

Sementara lain pengamat senior LIPI Prof Indra Samego, menjelaskan bahwa peran elite politik masih menentukan dalam proses rekonsiliasi. Ia juga menambahkan bahwa rekonsiliasi tersebut tidak dijelaskan akar budayanya dan itu semua tergantung kepada leader atau tokoh-tokoh politik karena Indonesia belum punya contoh model rekonsiliasi bagaimana seharusnya.

“Peran elite politik sangat menentukan dalam proses rekonsiliasi pasca pilpres ini,” ucap pengamat LIPI tersebut.

News Feed