oleh

Soal Bowo, Ketum Santri Online Indonesia Nilai yang Desak Nusron Wahid Tak Etis

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Ketua Umum Santri Online Indonesia Imam Nur Hidayat melihat kasus Bowo Sidik Pangarso yang kemudian beberapa pihak mendesak KPK agar menahan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dinilainya kurang etis. Menurutnya, hukum tak boleh diintervensi. Apabila Nusron Wahid memang tidak terkait dengan kasus Bowo, maka tidak lantas beberapa pihak tersebut memaksa agar dikaitkan.

“Saya kira tak etis adanya sikap beberapa pihak itu yang memaksa Kepala BNP2TKI Nusron Wahid agar ditangkap. Jika tak terkait, kenapa didesak untuk ditangkap? Biarkan hukum berjalan semestinya soal Bowo, jangan diintervensi,” tegas Imam.

Lanjut Imam mengatakan, mengintervensi penegak hukum dalam alam demokrasi dinilainya tak sehat. Terlebih Indonesia memiliki spirit praduga tak bersalah.

“Biarkan penegak hukum, dalam hal ini bekerja tanpa tekanan. Biarkan KPK bekerja profesional,” tambahnya.

Imam pun berharap, publik, khususnya masyarakat Indonesia agar tidak terpancing dengan adanya pihak-pihak yang mengintervensi penegak hukum yang ada di Indonesia. Ditegaskan, opini publik dengan mengintervensi penegak hukum seakan sedang menjadi tren belakangan ini di negara berbudaya ini.

Sebagaimana diketahui, Bowo Sidik merupakan lawan politik internal Nusron Wahid dalam pemilihan legislatif DPR RI untuk dapil Jawa Tengah II. Bowo Sidik Pangarso merupakan anggota DPR RI yang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis, 28 Maret 2019.

News Feed