oleh

GMPH Tuntut Kementan Stop Impor Bawang Putih

JAKARTA- Siaranindonesia.com Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti rekomendasi impor bawang putih yang dilakukan Perum Bulog. Pasalnya, KPPU melihat adanya ketidakadilan persaingan usaha saat Bulog selaku importir bawang tidak melakukan penanaman bibit bawang.

Menurut Anggota Komisioner KPPU, Guntur Saragih, didalam Peraturan Menteri Pertanian 38 tahun 2017 disebutkan bahwa setiap importir komoditas bawang juga harus menanam bibit bawang sebanyak 5% dari total bawang yang diimpor. Namun, yang terjadi menurut penuturan Guntur justru Bulog tidak melakukan hal tersebut. 

“Kami melihat adanya ketidakadilan persaingan usaha yang tidak sehat,” kata Guntur Saragih di kantor KPPU, Senin, (25/3/19). 

Sementara di sisi lain kebijakan Kementan yang melakukan rekomendasi impor bawang putih yang dilakukan Perum Bulog juga dikritisi oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hukum(GMPH). Pasalnya, GMPH menilai adanya potensi monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat yang menyebabkan kerugian yang sangat besar terhadap petani bawang putih.  

“Kami menilai adanya potensi monopoli dan persaingan tidak sehat,” kata Ahmad Rizal Kordinator GMPH dalam rilis pers 

Dalam rilis pers GMPH tersebut yang dikirim ke kantor KPPU meminta beberapa tuntutan diantaranya  1.Membatalkan pemberian diskresi kepada Perum Bulog untuk mengimpor bawang putih tanpa perlakuan syarat yang sama dengan mengimpor lainnya.  

2.Pemerintah harus stop impor bawang putih karena dapat menyebabkan monopoli dan kerugian yang besar terhadap petani bawang putih.

3.Meminta kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki impor tersebut karena dapat menyebabkan persaingan usaha antar bulog dengan importir bawang putih lainnya tidak sehat.

News Feed