oleh

Sebut SMS Blast Pinjaman Riba Tak Bermoral, Ketum Santri Online Tuntut Regulasi Hukum

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Ketua Umum Santri Online Imam Nur Hidayat mengatakan SMS Broadcast atau SMS Blast penawaran pinjaman berbasis riba sudah cukup meresahkan. Ia menilai, fenomena ini tidak memiliki etika.

“Sangat tidak beretika dengan kesengajaan mengirim tawaran riba ke semua orang tanpa izin,” katanya di Kebumen, Kamis, (21/03/2019)

Ia menjelaskan, seringkali masyarakat khususnya yang beragama Islam merasa resah dengan pesan viral riba yang masuk di Handphonenya. Seperti penawaran pinjaman 1 hari cair dengan bunga ringan.

Lebih lanjut dijelaskan, meskipun Indonesia bukan negara Islam, tapi Indonesia memiliki kekayaan budaya yang salah satunya etika. Mengirim pesan riba tanpa izin menurut Imam, merupakan perilaku tidak bermoral, karena ada sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki keyakinan riba sebagai perbuatan yang haram.

“Di tengah masyarakat Indonesia, ada yang beragama Islam. Orang yang beragama Islam memiliki keyakinan riba itu haram. Sangat tidak bermoral, mengirim pesan riba tanpa izin, khususnya kepada yang beragama Islam,” tegasnya.

Sehingga Imam berharap, pemerintah, khususnya Kemenkominfo agar mengatur fenomena ini. Dinilainya, fenomena seperti ini sudah cukup memprihatinkan dan meresahkan masyarakat. Lebih dari itu, ia pun menginginkan, perilaku tidak bermoral yang meresahkan masyarakat seperti ini, agar ada regulasi hukumnya. Menurutnya, perbuatan yang mengganggu hak azazi masyarakat seperti SMS Blast soal riba seharusnya diatur sebagai pelanggaran UU ITE.

“Saya kira, ini perilaku yang menggangu hak azazi masyarakat seperti SMS Blast soal riba. Jadi, semestinya ada regulasi hukumnya,” harapnya.

Umat beragama Islam berkeyakinan, seluruh ibadahnya tidak akan diterima apabila di perutnya ada yang haram seperti riba, dibadannya melekat pakaian dari hal yang haram seperti riba, dan seterusnya. Keyakinan ini, Imam meminta untuk dihormati.

“Segala sesuatu yang dihasilkan dari hal yang haram, maka digunakannya pun haram. Segala sesuatu hasil riba, baik peminjam maupun yang meminjam, itu digunakan untuk apapun haram. Ini keyakinan umat Islam. Indonesia menghormati keyakinan umat beragama. Jadi perilaku SMS blasting soal riba harus diatur,” pungkasnya.

News Feed