oleh

Ketua Santri Online Prihatin Punggawa MUI Tak Bisa Baca Quran

Ketua Santri Online Imam Nur Hidayat mengaku prihatin mengetahui pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak bisa membaca Quran. Menurutnya, dengan kualitas yang demikian, bagaimana mungkin bisa menjadi pengayom umat, terlebih mengurus para ulama.

“Baca Quran saja tak bisa, bagaimana mungkin ada di struktur MUI. Saya khawatir, di MUI diisi oleh orang-orang yang tak paham agama. Hanya tampilannya saja yang berjubah,” papar aktifis PMII Cab. Kebumen, di Kebumen, (08/03/2019).

Kegeraman Imam, diakuinya setelah melihat Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang salah dalam mentasrif kata “Kafir”. Meskipun kemudian mencoba merevisi melalui media sosial Twitter, namun ternyata revisinya pun masih keliru.

Menurut Imam, kesalahan Tengku Zulkarnaen dinilai fatal. Karena ditasrifan tersebut lazim sudah dikuasai oleh anak-anak madrasah tingkat diniyah (setingkat sekolah dasar/SD).

“Keilmun sekelas anak SD seperti ini saja tidak mampu, bagaimana mungkin mengkritisi ulama-ulama NU yang kualitasnya terlampau sangat jauh,” tegasnya.

Imam pun menambahkan, apabila Wasekjend MUI ini mulai saat ini belajar agama 24 jam selama seumur hidupnya, ia percaya Tengku Zulkarnaen tak akan mampu menguasai ilmu bahasa Arab. Apalagi memahami tafsir. Terlebih lagi memenuhi syarat sebagai pembahas di Bahtsul Masail NU yang menuntut kualitas keilmuan yang unggul.

“Dengan kualitasnya beliau ini, saya rasa untuk menguasai tata bahasa Arab dari nahwu-shorof hingga balaghah, usia beliau Insya Allah tak akan mencukupi. Bukan melampui kuasa Tuhan, tapi melihat kapasitas beliau yang sejak kecil belajar sampai seusia sekarang saja tak bisa menguasai hal dasar ini,” pungkasnya.

Ustadz Tengku Zulkarnaen, sapaannya, dikenal dengan sosoknya yang selalu berjubah besar dengan jenggot yang khas. Ia dikenal sebagai ustadz yang sering muncul di publik.

News Feed