oleh

Kisah Ubay dan Ucup Dapat Rejeki Wujudkan Niatnya Menjalankan Ibadah Umrah

Jakarta – Sebanyak 90 jamaah umrah Multazam Utama Tour diberangkatkan ke Tanah Suci dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA970, Sabtu 2 Maret 2019. Mereka yang berangkat bersama Multazam Utama Tour adalah orang-orang yang istimewa.

Dari peserta jamaah umrah Multazam kali ini, ada cerita yang sangat mengharukan, yaitu datang dari Ubay dan Ucup, anak binaan Yayasan Sayap Ibu, Bintaro, Tangerang.

Kebahagiaan nampak terpancar dari wajah mereka, sebagai gambaran suasana hati mereka. Keduanya selama ini hanya bisa berdoa dan membayangkan ibadah ke Tanah Suci, nampak jauh dari harapan. Namun saat ini, Sabtu (2/3) Impian itu akan segera terwujud. Ubay dan Ucup sudah berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kartu identitas jamaah dari Multazam Utama Tour sudah tergantung di leher keduanya. Seragam baju batik khusus dari Multazam Utama Tour sebagai seragam rombongan umrah Multazam juga sudah mereka kenakan. Senyum penuh bahagia tak henti terpancar dari kedua wajah mereka.

Ibadah umrah Ubay dan Ucup bersama Multazam didampingi Ibu Nuri dan Pak Arif yang selama ini memang sehari-hari mendampingi anak-anak Yayasan Sayap Ibu, termasuk Ubay dan Ucup.

Bersama Multazam Utama Tour, Ubay dan Ucup akan menjalankan rangkaian ibadah umrah selama sembilan hari. Ibadah di Madinah dan ziarah sekitar kota Madinah serta ibadah di Makkah dan mengunjungi tempat bersejarah di Makkah.

Dalam umrah ini, Ubay dan Ucup juga berangkat bareng artis ibu kota seperti Ferry Ardiansyah (Aktor), Tasya Nur Medina (CEO Meccanism), Tantri Syalindri (Vokalis Group Band Kotak), Hatna Danarda (Voklais Group Band Naff). Tentu, ini menjadi pengalaman umrah yang sangat berkesan bagi Ubay dan Ucup.

 

Ubay dan Ucup Anak yang Rajin Ibadah

Kehidupan sehari-hari Ubay dan Ucup diceritakan oleh Manajer Yayasan Sayap Ibu, Tuti Hendrawati kepada Majalah Rindu Kabah. Menurut Tuti, Ubay dan Ucup merupakan anak-anak yang rajin beribadah, sholat lima waktu tidak pernah ketinggalan, bahkan mereka tidak pernah bolong menjalankan puasa Senin Kamis, sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW.

Bukan hanya itu, menurut Tuti, Ubay dan Ucup juga rajin belajar dan juga bekerja, bahkan mereka sudah menghasilkan uang. “Ucup ini sudah bisa jualan pulsa elektrik, punya warung tunai juga. Ubay juga membantu Ucup,” jelasnya.

Yayasan Sayap Ibu memiliki sekolah khusus bagi anak-anak di dalam yayasan, di sekolah inilah potensi Ubay dan Ucup serta teman-temannya tergali dengan baik.

“Ada 480 orang anak-anak binaan kita, tapi yang tinggal di dalam yayasan seperti Ubay dan Ucup ada 36,” papar Tuti.

Tuti menjelaskan, Yayasan Sayap Ibu sudah berdiri lebih dari 60 tahun, berkantor pusat di Jakarta, sedangkan Yayasan Sayap Ibu di Bintaro sendiri berdiri sejak tahun 2005.

“Alhamdulillah, melaui program galang dana kitabisa.com, ada donatur yang terketuk hatinya sehingga anak-anak dari Yayasan Sayap Ibu bisa berangkat, Ubay dan Ucup serta pendampingnya. Meski masih banyak teman-teman Ubay dan Ucup di yayasan, semoga program perdana ini kedepannya bisa berlanjut,” jelas Tuti.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur. Semoga Allah membalas dengan berlipat-lipat”.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Renowati Hardjosubroto mengatakan sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah peduli terhadap Yayasan Sayap Ibu khusunya kepada Ubay dan Ucup. Bagi Renowati, Ubay dan Ucup punya hak yang sama yang harus dihargai seperti anak-anak pada umumnya, dalam hal belajar maupun menjalankan ritual ibadah seperti umrah ini.

“Alhamdulillah mereka anak-anak yang rajin ibadah, mereka juga sekolah dan bekerja. Yayasan Sayap Ibu sendiri hanya memfasilitasi, kita memperlihatkan kepada masyarakat supaya peduli,” pungkasnya.

News Feed