oleh

Komunitas Gubuk Kecil Menginisiasi FGD Keberhasilan Pemerintah Membangun Infrastruktur

LAMPUNG, SiaranIndonesia.com – Metro Timur Kota Metro melaksanakan focus group disussion (FGD) dengan mengangkat tema “Keberhasilan Pemerintah Membangun Infrastruktur untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Kegiatan yang diinsiasi oleh Komunitas Gubuk Kecil ini diikuti oleh sejumlah delegasi dari kalangan mahasiswa dan dari kalangan organisasi kepemudaan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Edy Law Coffe pada Jumat, (21/02/2019) ini menghadirkan juga Titut Sudiono (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), Diana Ambarwati, M.ESy (Akademisi IAIN Metro)  dan Galih Pangestu (Aktifis, Ketua PMII Metro 2017-2018). Seluruh peserta FGD terlihat cukup aktif dan hangat.

Dijelaskan Titut Sudiono, pembangunan infrastuktur menjadi salah satu kebijakan strategis yang diambil pemerintah. Infrastruktur menurutnya adalah dasar utama, karena dengan pembangunan infrastruktur yang dibangun secara masif dan merata nantinya akan mempermudah dan menguatkan bidang-bidang strategis yang lain.

Ia pun memaparkan, Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo memfokuskan pembangunan infrastruktur diantaranya di bidang energi, transportasi, jalan, jembatan, air dan perumahan. Dikatakan, dengan adanya fokus pembangunan di bidang tersebut, diharapkan ada efek positif yang diantaranya produktifitas akan jauh meningkat mengurangi biaya input, menambah lapangan pekerjaan dan mengurangi angka kemiskinan. Efek positif lainnya, harapnya juga, yaitu mengangkat sektor lain agar berkembang pesat seperti pariwisata, serta meningkatkan jaringan informasi dan akses pasar lebih baik lagi

“Saat ini, dampak atau efek dari progres pembangunan infrastruktur yang terus digalakan Presiden Jokowi sudah terasa. Contoh saja dengan banyaknya jalan tol yang dibangun akhirnya bisa memberikan efek positif dibidang ekonomi. Tentu efeknya mobilitas orang dan mobilitas barang lebih cepat dan harga bahan pokok menjadi semakin murah di berbagai kawasan di Indonesia,” ujar Titut Sudiono, Jumat, (21/02/2019).

Pada kesempatan berikutnya, Diana Ambarwati yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melihat pembangunan infrastuktur yang dilakukan Presiden Joko Widodo sudah dirasakan dampak positifnya bagi pertumbahan ekonomi di Indonesia. Dijelaskan, selama empat tahun terakhir, infrastruktur baik fisik maupun sosial dibangun secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air. Langkah tersebut, menurutnya, akhirnya menghadirkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lebih lanjut Diana mengatakan, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di masa Jokowi juga didorong untuk terus tumbuh sejalan dengan pembangunan infrastruktur. Pelabuhan, bandara, rel kereta api, jalan, dan jalan tol dibangun terintegrasi dengan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bisa memberi nilai tambah bagi pengembangan wilayah dan juga berdampak pada UMKM.

“Pembangunan infrastruktur menjadi bukti keseriusan Presiden Jokowi mempersiapkan Revolusi Industri 4.0. Tentunya Pembangunan infrastruktur ini manfaatnya jangka panjang, maka dari itu, perlu ada pembangunan yang berkesinambungan terutama dalam ketersediaan infrastruktur. Serta kesadaran bagi kita semua untuk juga berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” papar Diana.

Dalam FGD tersebut, Galih Pangestu mengharapkan, kerja keras pemerintah agar disambut secara baik oleh para generasi muda sekarang. Sehingga menurutnya, agar terjadi sinergitas yang positif antara upaya baik pemerintah dengan generasi saat ini. Oleh karena itu, ia berharap, generasi sekarang harus bisa mengambil peran dan memanfaatkan pembangunan yang sudah dilakukan untuk mengembangkan bidang-bidang lain.

“Negara sangat butuh kontribusi pemuda demi pembangunan yang berkelanjutan. Para mahasiswa apalagi yang menyandang gelar aktifis harus mampu untuk memanfaatkan segala kebijakan yang diambil pemerintah, hal ini dilakukan juga untuk ikut serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” harap Galih.

News Feed