oleh

Kadin Nilai Penting Penerapan Kurikulum Enterpreneurship di Kampus

TANGERANG – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo mengatakan pentingnya penerapan kurikulum Enterpreneurship oleh para pendidik di Era Indonesia 4.0. Hal ini disampaikan Eddy Ganefo dalam acara Temu Wicara dan Seminar Wisuda Periode 1 Wilayah 3, Tahun Akademik 2018/2019 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Senin (26/11).

“Di Era Industri 4.0 ini sudah banyak mahasiswa yang kini sudah menjadi pengusaha sukses,” kata Eddy di temui di akhir acara.

Untuk itu, Eddy yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Sumsel Satu meminta kepada para tenaga pendidik untuk mengisi kurikulumnya dengan teori Enterpreneur. Menurutnya supaya tertanam jiwa Kewirausahaan untuk para mahasiswa. Sehingga, menurut Eddy, nanti setelah para mahasiswa itu lulus mereka tidak hanya mempunyai usaha sendiri, tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jika jiwa Enterpreneur sudah tertanam dibenak mereka para mahasiswa, maka ide-ide yang mereka miliki akan mampu tertuang,” ujarnya.

Eddy mengatakan, perlu adanya pihak yang mampu mengusulkan kepada Dikti maupun Depdiknas untuk menerapkan kurikulum Enterpreneur di tingkat Mahasiswa.

“Tidak hanya mahasiswa yang mampu memanfaatkan peluang industri 4.0 ini, Pada dasarnya kemampuan Enterpreneur itu sudah ada dalam diri tiap-tiap individu,” jelas Eddy.

Ia juga mengatakan, kemampuan dan modal enterpreneur dalam diri tiap-tiap orang hanya perlu digali, diasah. Sehingga, bagaimana kemampuan itu bisa dikemas untuk memasuki market-market yang ada.

“Untuk mengikuti era industri 4.0 kemampuan market yang perlu dimiliki yaitu melalui aplikasi-aplikasi dan konten-konten media sosial yang ada, dengan itu semua akan punya nilai dan bisa menghasilkan,” kata Eddy.

Menurut Eddy, dalam setiap usaha perlu adanya perencanaan dari segi waktu, tempat, anggaran biaya, SDM, alat-alat dan lainya. Perencanaan ini, menurut Eddy akan menjadi evaluasi untuk para pengusaha pemula.

“Jika adanya perencanaan maka ada hasil evaluasi, jika adanya hasil evaluasi maka para pengusaha akan mampu menilai kemampuan marketing mereka, sebab jika marketing bagus maka usaha dinyatakan berhasil,” jelasnya.

Seminar dihadiri oleh 2300 peserta dan dari 2300 peserta ada 1890 adalah guru dari berbagai tingkat dan dari 11 wilayah lalu sisanya adalah mahasiswa Universitas Terbuka. (FKV)

News Feed