oleh

Eddy Ganefo Ingin Perguruan Tinggi Turut Bangun Ekonomi Desa

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefk menuturkan, sejumlah program peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan pengembangan kawasan terpencil tengah digencarkan pemerintah.

“Salah satunya melalui dana desa yang telah mencapai Rp 187 triliun sejak dikucurkan pada 2014. Bagi civitas akademik (kelompok akademisi) diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan di desa dan daerah tertinggal,” ujar Eddy, di Jakarta, Selasa (20/11).

Menurutnya, pendidikan, penelitian dan pengabdian dari para akademisi yang diberikan kepada masyarakat diharapkan bisa berjalan bersama untuk pembangunan desa.

“Saya ingin tridharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat terconnect. Perguruan tinggi berkontribusi pada pembangunan 75.000 desa dan masih 30 ribu desa tertinggal yang kurang beruntung karena mungkin tidak memiliki kades yang bagus, yang belum memiliki kreativitas yang baik untuk desanya,” ujar dia.

Ia menuturkan, anggaran negara untuk pembangunan masyarakat memadai, berbeda dengan sebelumnya yang masih terkendala soal anggaran ketika hendak melakukan pembangunan.

“Pembangunan daerah melalui kucuran dana desa, program keluarga harapan (PKH), dan sederat dana lain harus bisa membuat daerah terpencil maju,” kata Eddy.

Eddy mengatakan, kalau dulu terganggu dengan tidak adanya anggaran, sekarang justru tantangannya lebih kepada mampukah kita meningkatkan pembangunan dengan anggaran yang ada.

“Saya berharap perhatian perguruan tinggi masuk ke desa, diorganize dengan baik. Sehingga memperkuat desa, bukan membebani desa, atau desa malah menjadi bingung. Karena perguruan tinggi hanya memilih desa-desa yang favorit, nanti desa tertinggalnya tidak dilirik,” kata dia.

Menurutnya, hal ini banyak memberikan manfaat di desa. Selain manfaat pengelolaan keuangan di desa, mereka (civitas akademik) juga belajar memahami pengelolaan keuangan desa, dan mampu mengelola keuangan negara nantinya.

“Juga mereka bisa bertemu dan saling berdiskusi untuk membantu program pemerintah lebih baik lagi,” pungkas Eddy. (FKV)

News Feed