E-Learning dan Disabilitas

  • Bagikan

Permenristekdikti nomor 46 tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di Pergurun Tinggi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa disabilitas dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga mereka dapat belajar dan mencapai prestasi akademik yang optimal.

Banyak cara atau solusi yang coba diberikan untuk mahasiswa disabilitas agar kendala dalam proses pembelajarannya dapat diminimalkan namun cara-cara tersebut tidak jauh membantu memecahkan kesulitan yang dihadapi mahasiswa disabilitas. Cara atau solusi yang diberikan salah satunya adalah mahasiswa dengan disabilitas juga perlu proaktif dan komunikatif dalam perkuliahan ataupun mahasiswa harus berinteraksi aktif dalam pergaulan yang biasa disebut SKSD.

Namun hal tersebut tidak banyak membantu. Oleh karena itu, pengusul mengembangkan model inovasi pembelajaran e-learning yang bertujuan merangkul seluruh mahasiswa baik itu mahasiswa disabilitas maupun mahasiswa umum untuk sama-sama belajar dan mendapatkan pendidikan yang sama tanpa harus ada lagi perbedaan dan kesulitan.

Hasil yang diperoleh dari penerapan ini yakni model inovasi ini diterapkan pada mata kuliah keterampilan berbahasa. Mahasiswa disabilitas yang awalnya tidak memiliki rasa percaya diri saat setelah mengikuti perkuliahan ini menjadi percaya diri dan tentunya rasa perbedaan sudah tidak terjadi lagi, pada akhirnya kemampuan dan prestasi belajar mahasiswa baik mahasiswa disabilitas dan mahasiswa umum dapat meningkat.

E-learning merupakan Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013). Sujana mengatakan bahwa kelebihan pembelajaran elearning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005: 253).

Kekurangan yang dimaksud adalah menurut L. Gavrilova (2006: 354) adalah pembelajaran dengan model Elearning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih. Disabilitas adalah istilah baru pengganti Penyandang Cacat. Penyandang Disabilitas dapat diartikan individu yang mempunyai keterbatasan fisik atau mental/intelektual. Mahasiswa disabilitas (persons with disabilities) adalah mereka yang mengalami kesulitan, hambatan atau ketidakmampuan dalam melakukan aktivitas/fungsi tertentu sehingga mereka membutuhkan alat bantu khusus, modifikasi lingkungan atau teknik-teknik alternatif tertentu supaya mereka dapat belajar dan berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah dilakukan penerapan inovasi pembelajaran e-learning bagi mahasiswa dissabilitas, hasil yang diperoleh yakni menjadikan mahasiswa disabilitas merasa tidak akan tertinggal dalam mengikuti materi pembelajaran karena mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran berulang-ulang. Selain itu, mereka memiliki rasa kepercayaan diri dan motivasi yang kuat untuk meningkatkan prestasinya tanpa adanya perbedaan.

Secara umum hasil dari penerapan model inovasi pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya partisipasi aktif dari mahasiswa.

2. Meningkatnya kemampuan belajar mandiri mahasiswa.

3. Meningkatkan suatu kualitas materi pendidik serta juga pelatihan.

4. Menumbuhkan rasa percaya diri

5. Hilangnya perbedaan antara mahasiswa dissabilitas dan mahasiswa umum (memiliki kesempatan yang sama dalam pembelajaran)

6. Mengurangi biaya bagi pembelajar yakni biaya transportasi serta akomodasi

  • Bagikan