oleh

Ramai Sandiaga Langkahi Makam, Ini Kata LDNU

JAKARTA – Cawapres Sandiaga Uno tengah disorot. Aksinya melangkahi makam tokoh NU KH. Bisri Syansuri pada saat ziarah di Jombang, Jawa Timur bersama rombongan ramai di media sosial. Wakil Ketua Lembaga Dakwah NU KH. Misbahul Munir Cholil menegaskan, bahwa melangkahi makam hukumnya makruh dan dibenci Allah SWT.

“Terlepas dari siapa saja yang melakukan, makam itu diduduki saja nggak boleh, apalagi dilangkahi. Hukumnya makruh dan hal itu dibenci sama Allooh SWT,” kata Kiai Misbah di PBNU, Senin (12/11/2018).

Pria yang akrab disapa Abah Misbah itu menyebut, kemulyaan Mayit sesungguhnya harus dijaga seperti halnya mayit tersebut masih hidup. Begitupun mengganggu mayit, seperti halnya mengganggu orang tersebut saat masih hidup.

“Malah di dalam kitab Buluhul Marom disebutkan, mengganggu kehormatan mayit sama dosanya mengganggu orang tersebut semasa hidup,” kata Abah Misbah.

Abah Misbah menegaskan, lewat atau jalan di atas kuburan, kalau tidak ada hajat, tidak ada dorurot itu makruh. Ia sendiri mengambil dari kitab fiqil ala madzhabi arba’ah.

“Dimakruhkan berjalan melangkahi kuburan, kecuali darurat. Seperti dia tidak akan sampai pada satu kuburan kecuali lewat diatas kuburan tersebut” terangnya.

Makruh itu, kata Abah Misbah, jika dikerjakan tidak dapat apa-apa, jika ditinggalkan mendapat pahala. Namun, ia kembali menegaskan bahwa makruh itu dibenci sama Allah SWT.

“Walaupun tidak dosa, tapi dibenci sama Allah. Apalagi yang dilangkahi kuburan para Ulama, itu namanya kurang ajar,” tegas Abah Midbah.

Abah Misbah menyarankan, jika yang bersangkutan tidak mengetahui hukumnya, maka hendaknya mengaji dan belajar pada para Kiai dan Ulama. Ia mengajak umat islam untuk tidak memarahi, dan mencaci asal yang bersangkutan minta maaf.

“Jangan malah nantangin dengan bicara apasih bahayanya ngelangkahin kuburan bagi bangsa ini? Enak amat ngomong, itu su’ul adzab” ujar Alumni Sidogiri ini dengan nada geram.

Sembari berkelakar, ia mengatakan jika budaya madura mengajarkan bagi orang yang meninggalkan adab wajib itu ditempeleng.

“Kalau kata orang Madura, barang siapa meninggalkan adab, wajib itu ditempeleng,” pungkasnya.

News Feed